sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Ekbis

Pernak Pernik

Selebrity

Seni Budaya dan Hiburan

» » Sudah Delapan Daerah Meloloskan Pegulatnya ke Papua

Dari gelaran babak prakualifikasi gulat PON XX/2010, baru delapan daerah yang sudah berhasil meloloskan pegulatnya.
Jakarta, Laras Post - Hingga hari kedua gelaran babak prakualifikasi gulat PON XX/2010, baru delapan daerah yang sudah berhasil meloloskan pegulatnya untuk berlaga di Papua tahun depan. Ke-8 daerah tersebut adalah Kaltim, Jatim, Jabar, DKI Jaya, Kalsel, Banten, Sumbar dan Bengkulu. Dengan demikian, dari 22 Pengprov PGSI yang mengikuti Pra PON yang digelar sejak Sabtu (2/11/2019) hingga Selasa (5/11) besok di GOR Jakarta Timur, Otista, 14 daerah masih belum beruntung.

Kalimantan Timur sementara menempati posisi teratas, yakni dengan meloloskan sembilan pegulat, dengan akumulasi perolehan medali empat emas, tiga perak dan dua perunggu.

Jatim membayangi ketat di peringkat kedua dengan sama-sama meloloskan sembilan pegulat, akan tetapi akumulasi peroloehan medali 3-2-4. Jabar di posisi ketiga, meloloskan tujuh pegulat, dengan akumulasi perolehan medali 1-3-3.

DKI Jaya di peringkat keempat dengan meloloskan tiga pegulat dan akumulasi medali 1-1-1. Kalsel di posisi kelima, meloloskan tiga pegulat dengan akumulasi medali 0-0-3. Sumbar dan Banten membayangi dengan sama-sama meloloskan dua pegulat, dengan akumulasi medali 0-0-2. Bengkulu di posisi ke delapan, meloloskan satu pegulat dengan akumulasi medali 0-0-1.

Dua daerah yang pernah menjadi basis pegulat nasional, yakni Sumut dan Jateng, masih belum beruntung. Beberapa pegulat Jateng dan Sumut gagal meloloskan diri setelah menelan kekalahan di babak repecharge.

Sebanyak sembilan kelas sudah dipertandingkan. Karena setiap kelas hanya peringkat pertama hingga keempat yang lolos ke Papua, maka total jumlah pegulat yang sudah berhak berlaga di PON XX/2020 sementara adalah 36. Sebanyak 36 slot lagi akan diperebutkan di sisa dua hari gelaran Pra PON ini, yakni Senin ini dan Selasa besok. 

Kemungkinan besar jumlah kontestan dari 18 kelas di PON XX adalah 90, sudah termasuk pegulat tuan rumah. Jika dari babak Pra PON ini hanya ditentukan 72 pegulat yang lolos, maka jumlah pegulat tuan rumah adalah 18.

Pada PON IX/2016 di Bandung, Jabar, jumlah kontestan cabor gulat ini jauh lebih banyak. Pegulat yang lolos dari babak Prakualifikasi pun jauh lebih banyak, yakni dua kali lipat dari kuota Pra PON XX/2020 ini.

"Di Pra PON 2015 dulu setiap kelas meloloskan delapan pegulat, sekarang cuma empat. Jadi bayangkan kerasnya persaingan di sini," ujar Ediswal, Sekum Pengprov PGSI Sumbar.

"Setiap daerah wajib berhitung keras, pegulatnya harus ngos-ngosan. Dulu, waktu masih delapan yang lolos, mereka mungkin masih bisa tidur malamnya. Sekarang mana bisa tenang? Susah tidur!" tambah Ediswal.

Ediswal menerangkan, target setiap daerah pastinya sama, meloloskan sebanyak mungkin pegulatnya dari babak Pra PON ini. "Kami tidak memburu medali, tetapi mengejar tempat di empat besar setiap kelas," tandasnya.


AKUMULASI MEDALI GULAT PRA PON HINGGA HARI KEDUA

1.Kaltim 4-3-2
2.Jatim 3-2-4
3.Jabar 1-3-2
4.DKI Jaya 1-1-1
5.Kalsel 0-0-3
6.Sumbar 0-0-2
7.Banten 0-0-2
8.Bengkulu 0-0-1


Hari Ketiga Gulat Pra PON Loloskan 20 Pegulat dari Gaya Bebas

JAKARTA-Sebanyak 36 pegulat dari sembilan kelas sudah berhasil meloloskan diri dari dua dua hari persaingan gelaran babak Prakualifikasi PON XX/2020 yang digelar Sabtu dan Minggu (2-3/11/2019) di GOR Jakarta Timur. Ke-36 pegulat tersebut berasal dari delapan daerah, lolos dari pertarungan enam kelas gaya grego putra dan tiga kelas gaya bebas putri.

Sebanyak 36 pegulat lagi akan lolos dari dua hari persaingan tersisa, yakni Senin ini dan Selasa (4-5/11) besok. Mereka akan berjuang di sembilan kelas, yakni enam kelas gaya bebas putra dan tiga kelas gaya bebas putri. 

Senin ini dipertarungkan tiga kelas di gaya bebas putra dan dua kelas di gaya bebas putri. Besok, tiga kelas di gaya bebas putra dan satu kelas gaya bebas putri. Lima kelas yang digelar Senin siang mulai pukul 13.00 WIB ini adalah kelas 57kg, 74kg dan 97kg gaya bebas putra, dan kelas 62kg dan 68kg gaya bebas putri.

Hari terakhir, Selasa, menggelar persaingan di kelas 65kg, 86kg dan 125kg gaya bebas putra dan 76kg gaya bebas putri. Laga final setiap kelas dilangsungkan mulai pukul 18.30 WIB.

Dari sembilan kelas tersisa ini setiap daerah masih memiliki pegulat-pegulat andalannya. Demikian juga dengan tim tuan rumah, DKI Jakarta. Antoni Timbul Romulo dan tim pelatihnya berharap banyak pada sembilan pegulatnya, yakni Ardibel Silaban ((57kg), Erikson Tambunan (65kg), Rizky Darmawan (74kg), Rian Hendriz Saputra (86kg), Yehezkiel Hasiholan Pardede (97kg), Rudi Haryanto (125kg), semua di gaya bebas putra, serta Yusihana Pertiwi (62kg), TinTin Jupartini (68kg), Sindy Anzelia (76kg) di gaya bebas putri.

Enam pegulat gaya grego putra DKI Jakarta sudah menyelesaikan tugasnya, yakni Irfan Saputra (60KG), Adiktia Rahman (67KG), Andika Sulaeman (77kg), Rudiansyah (87kg), Andriansyah (97kg), dan Nur Rusli (130kg). Demikian juga dengan tiga pegulat gaya bebas putrinya, Dwi Nur Anggraeni (50kg), Siti Ajeng Sapitri (52kg), Siti Tania Zaira (57kg). Dari sembilan pegulat di atas, hanya Andika Sulaeman, Rudiansyah dan Nur Rusli yang berhasil meloloskan diri dari persaingan keras di kelasnya masing-masing.

Andika Sulaeman mendudiki peringkat pertama, Rudyansyah peringkat kedua, sementara Nur Rusli di peringkat tiga bersama. 

"Tentunya kita berharap jumlah pegulat yang lolos akan bertambah," ujar Ketua KONI DKI Jakarta, Jamhuron P.Wibowo.

"Dari sembilan kelas tersisa memang ada yang kita andalkan untuk turut lolos ke Papua, mudah-mudahan harapan kita tidak meleset," ucap Rizal Joyakim Simanjuntak, tim manajer DKI Jakarta. (Her)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda