sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Ekbis

Pernak Pernik

Selebrity

Seni Budaya dan Hiburan

» » Transformasi Menuju Digitalisasi, Kementerian ATR/BPN Lakukan Kajian Teknis

Kepala Biro Umum dan Layanan Pengadaan Nurhadi Putra
Jakarta, Laras Post – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui Biro Umum dan Layanan Pengadaan, menyelenggarakan Kajian Teknis Digitalisasi Dokumen Pertanahan, di Marc Hotel Passer Baroe, Jakarta, Selasa (26/11/2019).

Kepala Biro Umum dan Layanan Pengadaan Nurhadi Putra mengatakan, kegiatan ini sangat penting pada era sekarang, dimana Kementerian ATR/BPN sedang dalam masa transformasi menuju era digital.

“Inisiasi untuk membuat kajian akan menjadi panduan kita untuk tindakan ke depannya dalam mendigitalisasikan dokumen pertanahan,” ujarnya saat membuka Kajian Teknis Digitalisasi Dokumen Pertanahan.

Ia mengungkapkan, kantor pertanahan saat ini pada umumnya masih menyimpan dan mengatur data warkah secara manual. “Oleh karena itu, upaya Kementerian ATR/BPN sesuai arahan pimpinan pada saat Rapat Kerja Terbatas (Rakertas) adalah membuat road map transformasi dari tahun 2020 hingga 2024,” ungkapnya. 

Menurut Nurhadi, dalam mengawali road map ini, perlu adanya Norma Standar Prosedur dan Kriteria (NSPK) dan Strandar Operasional Prosedur (SOP) sehingga proses yang akan dilaksanakan berjalan dengan baik. 

Pada tahun 2019 sudah cukup banyak warkah yang sudah didigitalisasi. Tahun 2020 adalah titik awal bagi Kementerian ATR/BPN untuk menuju era digital dan pada tahun 2024 harapkannya adalah semua dokumen sudah dalam bentuk digital dan tidak ada lagi pengelolaan manual. 

 "Ketika nanti semua dokumen pertanahan sudah berbasis digital, kita harus punya rencana ke depan lagi akan diapakan dokumen ini. Kita harus terus menerus berinovasi agar Kementerian kita ini menjadi instansi maju dan modern," tambahnya. 

Ia berharap, kegiatan Kajian Teknis ini dapat menjadi acuan bagi program besar transformasi digital melalui proses digitalisasi dokumen pertanahan, sehingga transformasi digital yang berdasar ketentuan hukum yang berlaku dan modern dapat terlaksana secara efektif dan efisien. 

"Saya berharap agar peserta dapat memanfaatkan pertemuan ini dengan sebaik-baiknya," tutup Kepala Biro Umum dan Layanan Pengadaan. (her)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda