sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Info Pasar

Pernak Pernik

Selebrity

Seni Budaya dan Hiburan

» » Wisuda Siswa Permadani Kabupaten Rembang

Wisuda siswa PERMADANI gelombang VIII, dan penerimaan siswa baru gelombang IX, di Pendopo Musium R.A. Kartini, Kabupaten Rembang, Sabtu (9/11/2019) malam.
Rembang, Laras Post - Wisuda siswa PERMADANI (Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia) gelombang VIII, dan penerimaan siswa baru gelombang IX, di Pendopo Musium R.A. Kartini, Kabupaten Rembang, Sabtu (9/11/2019) malam.

Melalui tes tertulis (pendadaran sinerat), dan tes praktik (pendadaran paragan) dari 38 siswa PERMADANI yang lulus, dan diwisuda 26 siswa. 

PERMADANI adalah organisasi budaya yang mempelajari Kapermadanen, Budi Pakarti (Tata Krama), Basa Tuwin Sastra Jawa, Kapanatacaran, Renggeping Wicara, Adat Tatacara Jawi, Sekar lan Gendhing, Ngedi Busana lan Ngedi Sarira, Padhuwungan, Sekar Setaman, Gladhen, dan Momotan Lokal.

Pemberian samir
PERMADANI Kabupaten Rembang lahir pada Jumat Wage, 19 Agustus 2011. Didirikan oleh Sunarso (Ki Ageng Pangreksa Budaya), kemudian pada tahun 2016 digantikan oleh Noor Effendi, dengan Sekretaris Purwono.

Ketua Bidang Pendidikan, Budiono menjelaskan jalannya pendidikan Kapanatacaran lan Pamedar Sabda PERMADANI. “Pendidikan Kapanatacaran lan Pamedar Sabda berlangsung 6 - 9 bulan, dilaksanakan seminggu 2 kali. Pukul 15.00 – 17.00 WIB, di ruang pemutaran film, Museum R.A. Kartini Kabupaten Rembang,” jelasnya.

Pemberian sertifikat 
DPP PERMADANI Pusat, Suyitno Yudo Pamungkas mengatakan, semua warga PERMADANI harus berpegang teguh atau berpedoman Tri Rukun, dan Tri Niti Yogya.

“Tri Rukun yang terdiri dari Rukun Rasa, Rukun Bandha, dan Rukun Bala. Kemudian Tri Niti Yogya, (1) Hamemayu Hayuning Sasama, artinya selalu menciptakan suasana tenang, tentram, lahir, dan batin, (2) Dados juru ladosing bebrayan ingkang sae, artinya bisa menjadi abdi masyarakat yang baik, (3) Sadhengah pakaryan sageda tansah ngremenaken tiyang sanes, artinya semua perilaku dalam bekerja bisa menyenangkan orang lain. Warga PERMADANI harus bisa menjadi penerang atau suri tauladan di masyarakat, PERMADANI harus mengutamakan persaudaraan,” katanya.

Penyematan pin, perwakilan dari siswa baru PERMADANI Kabupaten Rembang
Guru atau Dwija Basa Tuwin Sastra Jawi, tahun 2012 – 2018, Cuk Dwi Santoso menuturkan, harapan PERMADANI untuk ke depannya. 

“Yang pertama, demi kemajuan dan keberhasilan PERMADANI, diharapkan mampu menggunakan logika dengan etika, dan estetika “Badhe pados raharjaning manah, Memayu Hayuning Sasama”. Kedua, mampu menyelaraskan diri dengan perkembangan zaman, guna mewujudkan cita-cita PERMADANI yaitu kokoh kuatnya budaya nasional yang berakar dari budaya daerah, “Luhuring Budaya Jawi Tan Aneng Lathi, Kaudi Lumantar Sikep lan Pakarti”. “Kuncara Haruming Bangsa Hamung Dumunung Haneng Luhuring Budaya,” tuturnya.

Salah satu siswa PERMADANI, Irfan Ali Ahmadi
Salah satu siswa PERMADANI, Irfan Ali Ahmadi dari Kuniran, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati mengungkapkan alasannya mengikuti PERMADANI. 

“Kita dari awal memang pengen tahu, terutama satra Jawa, budaya Jawa yang selama ini kita tahu, dan di PERMADANI ini kita dapat mengerti mana yang benar, bahasa Jawa terutama bahasa Kawi yang dipakai nyondro, dipakai panatacara itu ternyata yang ada di masyarakat banyak yang salah, dan kita membenarkannya memang di sini, di PERMADANI. Selain itu, kita diajarkan bagaimana memakai busana yang benar. Beskap dari Solo itu seperti apa, dari Yogja yang bagaimana. Keris Duwung yang dari Solo seperti apa, termasuk Blangkon bagaimana ciri-cirinya yang dari Solo, dari Yogya seperti apa,” ungkapnya. (fer/tik)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda