sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Ekbis

Pernak Pernik

Selebrity

Seni Budaya dan Hiburan

» » Gugatan Pailit Mantan Wartawan Kepada Pos Kota Berdasar Putusan MK, Gaji Terhutang Termasuk Pensiun Diutamakan Dalam Perkara Pepailitian


Jakarta, Laras Post - Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tahun 2014 merupakan `kado berharga` buat kalangan buruh termasuk wartawan atau pekerja pers.

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi (MAKI), Boyamin Saiman, mengemukakan putusan MK pada 11 September 2014, telah mengabulkan sebagian permohonan uji materi Pasal 95 ayat (4) UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. 

Menurut Boyamin, yang juga praktisi hukum itu, pada putusan MK tersebut bahwa upah buruh yang terhutang termasuk hak pensiun harus didahulukan dalam kasus kepailitan perusahaan. Karena itu, kata Boy, putusan itu akan mengubah praktek selama ini yang terjadi yaitu menempatkan buruh berada pada posisi antrean terakhir (“paritas creditorium.”) 

Kepada kalangan buruh termasuk pensiunan wartawan, Boyamin Saiman, didampingi Rizky Dwi Cahyo Putra, yang juga kuasa hukum 4 pensiunan wartawan Pos Kota/Poskotanews.com, menegaskan kembali jangan ragu untuk mengajukan permohonan pailit ke Pengadilan Niaga, apabila pihak manajemen perusahaan yang bersangkutan ingkar janji membayar hak karyawan/buruh, ataupun pensiun dan pesangon wartawan. 


Ditanya soal perkara nomor: 54/Pdt.Sus-Pailit/2019/PN Niaga Jakpus, sesuai jadwal Senin (16/12/2019) mendatang memasuki agenda putusan/vonis? Boyamin Saiman Law Firm sebagai kuasa hukum 4 pensiunan wartawan, optimis atas permohonannya dikabulkan majelis hakim atas Ridho Allah SWT. Seluruh dalil dan bukti tambahan yang diajukan termohon dapat terbantahkan dengan dalil dan saksi fakta oleh permohon. 

Bahkan syarat dinyatakan pailit terhadap PT Media Antarkota Jaya/Harian Pos Kota/Poskotanews.com, menurut Boy, sudah pemohon penuhi dan disampaikan kepada majelis hakim. 

Sebagaimana diketahui, perkara 4 pensiunan wartawan Harian Pos Kota/Poskotanews.com bukan tiba-tiba muncul, tapi telah menempuh proses panjang sebelum sampai ke pengadilan niaga. Diawali pertemuan formal dan nonformal dengan pimpinan di kantor redaksi, somasi permohon sebanyak tiga kali, mediasi sebanyak 3 kali di Sudinnakertrans Jakarta Barat. Tidak ada titik temu dan perusahaan terkesan menghindar, dan akhirnya permohonan pailit ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. 

Total pesangon dan dana pensiun 4 orang pensiunan wartawan itu hanyalah sebesar Rp862.641.278.- Tapi dalam persidanganpersidangan terungkap bahwa utang pihak perusahaan (termohon) banyak lagi, antara lain terhadap mantan karyawan percetakan PT Metropos sebesar Rp49 miliar, gaji karyawan aktif/nonaktif tersendat beberapa bulan. (****)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda