sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Info Pasar

Pernak Pernik

Selebrity

Seni Budaya dan Hiburan

» » Pengerjaan Rigid Jalan Beton Bantur Menuai Polemik


Malang, Laras Post - Seperti yang telah diberitakan di beberapa media baik cetak maupun online, adanya pengerjaan Rigid beton pada peningkatan jalan Bantur-Sumbermanjing Kulon (Sumaku) Kabuoaten Malang diduga dikerjakan asal jadi alias tidak sesuai spek gambar proyek.

Namun saat dikonfirmasi wartawan, Edi Kurniawan selaku pengawas lapangan berkilah, bahwa pihaknya telah melaksanakan pengerjaan proyek itu, telah  sesuai dengan petunjuk yang ada di gambar spek.

"Kami hanya mengikuti apa yang ada di gambar mas, jadi kalau ada yang mengatakan itu salah, jangan salahkan kami, tapi salahkan konsultan perencana atau yang membuat gambar," ucap Edi. 

Ia menjelaskan, misalnya urugan pasir, pasangan plastik, tulangan besi, dan pemasangan bekisting, itu telah sesuai petunjuk dalam gambar. 

Dengan demikian, jika ada yang mengatakan itu salah, seperti yang dikabarkan di media massa, sebenarnya itu bukan kesalahan pelaksana ataupun pekerja. "tapi itu kesalahan konsultan perencana," tegasnya seraya mengatakan, silahkan tanya konsultan perencanannya. 

Sebelumnya telah diberitakan pengerjaan jalan Bantur-Sumbermanjing Kulon yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ini, dikabarkan dikerjakan asal-asalan antara lain sebelum proses pengecoran dilakukan, badan jalan tidak seluruhnya dilapisi plastik.

Namun salah seorang pekerja yang tak mau disebut namanya mengatakan, tidak ada urugan pasir setebal 5 cm diatas plastik tapi hanya sebagian saja urugan pasir dipinggir badan jalan yang dengan alasan agar sama pada bekas jalan yang lama.

Padahal yang seharusnya urugan pasir tersebut bisa berfungsi menstabilkan permukaan tanah yang asli dengan cor beton ketika terkena beban, atau terkena gempa. 

Secara terpisah, salah satu ahli konstruksi bangunan, Wimpy, ST megatakan, bahwa dengan ketebalan urugan pasir 5 cm yang dipadatkan itu sama halnya berfungsi sebagai PER. "Artinya ketika rabat beton itu nanti terkena muatan mobil maka tidak gampang retak atau pecah," terangnya,  saat diwawancarai Laras Post, Selasa (10/12/19).

Tak hanya itu, di bawah anyaman besi wiremesh juga tidak terpasang tahu beton, nampak jelas hanya menggunakan batu biasa dan dipasang asal-asalan. 

Wimpy juga menjelaskan, dengan tidak adanya tahu beton untuk penyangga wiremesh maka bisa menyebabkan kualitas beton nanti posisi besinya turun dan terlalu rapat dengan kulit luar selimut beton. "Sehingga beberapa waktu kemudian besinya mengembang dan menyebabkan selimut beton retak dan menimbulkan bekas-bekas retakan dan dalam jangka panjang dapat membahayakan kualitas dan kwantitas konstruksinya," terang Wimpy lagi. 

Untuk diketahui, tender proyek peningkatan jalan Bantur-Sumbermanjing Kulon, kode 6728247, pagu paket Rp 1.000.000.000,00, nilai HPS paket Rp 999.999.814,79, dimenangkan CV. Anugerah Mandiri Perkasa, yang beralamatkan di Malang. Harga penawaran/terkoreksi dan hasil negosiasi Rp 600.111.215,98.

Saat ditemui di ruangannya, Romdhoni selaku Kepala DPU Bina Marga Kab Malang mengatakan, pihaknya berterima kasih atas informasi yang telah diberikan. "Nanti saya akan perintahkan staff saya untuk segera turun ke lapangan. Kalau ternyata faktanya ditemukan seperti itu, maka saya akan memanggil kontraktornya," tandasnya. (gan)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda