sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Ekbis

Pernak Pernik

Selebrity

Seni Budaya dan Hiburan

» » » Polda Metro Ungkap Kasus Penyuntikan Stem Cell Ilegal



Jakarta, Laras Post - Polda Metro Jaya mengungkap kasus malpraktek penyuntikan stem cell dengan menggunakan alat farmasi   tidak sesuai standar ketentuan dokter.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana menjelaskan, Sub Direktorat Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah menahan tiga tersangka berinisial Y, O, dan L, dalam kasus terapi stem cell ilegal itu.

"Dokter sekaligus pemilik klinik sel punca ilegal juga ditahan setelah polisi melakukan penggerebekan klinik tersebut," ujar Kapolda saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Dalam jumpa pers yang dihadiri Direktur Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI, dr Ratna Irawati dan dari Badan POM, dr. Anda Handayani,  Kapolda menuturkan bahwa polisi juga menyegel sebuah klinik di Ruko Bellepoint, Jalan Kemang Selatan VIII, Jakarta Selatan, yang dijadikan tempat praktek suntik stem cell ilegal.

Dalam kesempatan sama, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Polisi Suyudi Ario Seto, menambahkan,  pengungkapan klinik ilegal tersebut berawal dari laporan masyarakat mengenai adanya praktek kedokteran ilegal dengan modus penyuntikan sel punca tanpa dilengkapi izin edar dari BPOM.

"Selanjutnya ditemukan hasil bahwa badan tersebut ilegal. Padahal telah beroperasi selama tiga tahun di Indonesia," kata Suyudi.

Saat penyelidikan berlangsung, sambungnya, petugas kemudian mendapat informasi mengenai adanya penyuntikan sel punca terhadap seorang pasien pada hari Sabtu.

Penyidik kembali mendapatkan informasi akan adanya penyuntikan sel punca kepada pasien di daerah Kemang, yaitu di H Klinik.

"Kemudian penyidik melakukan operasi tangkap tangan saat kegiatan tersebut berlangsung," terangnya.

Penyidik Polda Metro Jaya, lanjutnta, kemudian mengamankan sejumlah orang dalam operasi tersebut serta menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yakni YW (46) selaku manajer klinik, LJ (47) selaku manajer pemasaran dan dr OH selaku dokter umum sekaligus pemilik klinik yang bertugas melakukan tindakan suntik kepada pasien.

Diungkapkannya, petugas juga menyita sejumlah barang bukti seperti sel punca produk asal Jepang yang tidak berizin, selang infus, alat suntik, alat antiseptik, dan registrasi pasien.

Praktek terapi sel punca terapi atau stem cell ilegal diduga telah melanggar Pasal 204 ayat (1) KUHP dan atau Pasal 263 KUHP dan atau Pasal 75 ayat (1), Pasal 76 UU Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran dan atau Pasal 201 jo Pasal 198 jo Pasal 108 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan atau Pasal 8 ayat (1) huruf a UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen jo Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. dan Tersangka terjerat kurungan maksimal 15 tahun. (egi)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda