Breaking News

,

Banjir, Enam Desa Terendam Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumsel

Ilustasi
OKU, Laras Post Online  - Tingginya curah hujan di Kabupaten OKU dalam beberapa hari terakhir membuat Sungai Wal dan Sungai Ogan yang berada di Kecamatan Peninjauan Meluap. Akibatnya, sedikitnya enam desa digenangi air dengan ketinggian bervariasi, antara 60 centemeter hingga 1 meter.
  Berdasarkan pantauan di lapangan, Kamis ( 6/12 ), ada enam desa yang saat ini tergenang air yaitu Desa Kepayang, Desa Kedaton, Desa Belimbing, Desa Mendala, Desa Lubuk Kemiling, dan Desa Bunglai.
  "Keenam desa tersebut memang menjadi langganan banjir jika curah hujan meningkat. Pasalnya, rata-rata desa tersebut berada di bantaran Sungai," ujar Camat Peninjauan Ferry Iswan AP MSi.
  Untuk mengantipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya bekerjasama dengan unsur Muspika Peninjauan, seperti Polsek dan Koramil akan membentuk tim Satuan Tugas ( Satgas ) penanggulangan Banjir, yang nantinya akan melakukan evakuasi jika debit air semain meningkat.
  "Kita sudah menghimbau kepada masyarakat yang terkena banjir untuk mengungsi ketempat yang lebih tinggi. Namun, karena menganggap hal tersebut sudah biasa maka masyarakat enggan untuk mengungsi. Tetapi jika nantinya debit air semakin meningkat maka kita terpaksa melaukan evakuasi" tutur Ferry.
  Warga Desa Belimbing mengaku belum berniat untuk mengungsi karena banjir seperti ini sudah biasa dialami bersama keluarga. Namun, jika nantinya air pasang tersebut semakin tinggi, maka dirinya tak ada pilihan lain selain mengungsi.
  "Sudah dua hari ini, air menggenangi jalan menuju rumah. Kami terpaksa menggunakan perahu untuk beraktivitas keluar rumah, mudah-mudahan banjir ini cepat surut. Dan jika memang air tidak surut dan semakin meninggi, maka mau tidak mau kami terpaksa harus mengungsi ketempat yang lebih tinggi" ujar Ardi.
  Tingginya debit air sungai Ogan dan Wal juga membuat beberapa penambang pasir di Desa Durian terpaksa menghentikan aktivitas menambang. Pasalnya, rumah tempat mereka tinggal selama menambang pasir terendam mencapai setinggi satu meter lebih.
  "Sudah sering banjir seperti ini. Jadi, kami tidak terlalu kaget. Biasanya kalau tidak turun hujan tiga hari sudah surut. Banjir tahun ini lumayan besar. Kami juga terpaksa menyetop aktivitas menambang pasir, karena tidak ada tempat menambang, sembari menunggu hingga air surut," seorang warga panambang pasir.
  Parahnya lagi terjadi pada Jumiran (50). Warga Kedaton, Kecamatan Peninjauan itu terpaksa mengungsikan semua harta bendanya ketempat yang lebih tinggi. Karena, rumahnya terendam hampir setinggi satu meter lebih. "Tahun ini banjir lumayan besar, tapi ini sudah sering terjadi, walaupun begini kita  berharap ada tindakan dari pemerintah Khususnya Camat Peninjauan," tegasnya.
    Sementara itu di Desa Kepayang dalam, beberapa rumah juga ikut terendam akibat debit banjir musiman ini. "Ini belum besar, pernah beberapa tahun yang lalu rumah kami habis terendam, aliran sungai anak'an ini merupakan aliran dari sungai Ogan, jadi jika sungai Ogan besar sungai ini juga ikut besar," tambah Iwan (46) warga desa kepayang.
   Memang desa kepayang Dalam menjadi salah satu desa langganan banjir, Dan fatanya lokasi banjir didesa ini juga menggenangi jalan masuk desa. Jadi, jika banjir datang, warga kepayang dalam tidak akan bisa keluar dari desa mereka,kecuali menggunakan perahu. (Rekson)

Tidak ada komentar

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai