Breaking News

,

Ketua Pansel, Destry Damayanti: KPK Butuh Figur Pemimpin Berwibawa

Ketua Pansel, Destry Damayanti Pakar Ekonom
Jakarta, Laras Post - Ketua Pansel, Destry Damayanti menyatakan KPK butuh figur pemimpin yang berwibawa. Capim KPK pun dituntut dapat mengatasi masalah internal maupun eksternal.

“Tak hanya itu seorang pimpinan saat ini dibutuhkan dapat bersinergi dengan pihak penegak hukum yang lain diantaranya pihak Polri dan Kejaksaan,” ujar Destry Damayanti ketika diwawancara Laras Post, di gedung 3 Kemensesneg, Jakarta, Sabtu (4/7/15).

KPK ju­ga saat ini mem­butuhkan pemimpin figur negarawan yang direspect masyarakat. Karena saat ini banyak yang antipati terhadapa keberadaan KPK.

Pemimpin yang baru nantinya, ujar Destry lagi, dapat melakukan supervisi yang melibatkan lembaga penegak hukum lainnya agar selalu bersinergi dalam penyelesaian kasus hukum.

Seorang pimpinan KPK tak hanya ahli di bidang hukum, saja  juga harus mampu terhadap teknologi TI dan IT maupun ekonomi.

KPK didirikan untuk melakukan pengakkan hukum yang memiliki kewenangan khusus dalam mencegah dan memberantas korupsi. “Nah Hal itu seharusnya dioptimalkan bukan malah KPK dimusuhin bahkan ada pihak-pihak yang berusaha melemahkan KPK,” kilah Destri.

Dalam kewenangannya KPK dalam penegakkan hukum, selain pencegahan dalam mengamankan aset negara, juga harus mampu menegakkan hukum secara maksimal agar terdapat efek jera bagi para pelaku korupsi.

Maka dari itu sinergitas antara penegak hukumpun harus ditingkatkan. Serta dalam setiap permasalahan yang melibatkan KPK dengan pihak lain, seorang pemimpin harus dapat membuat suasana tetap kondusif agar kewibawaan KPK tetap terjaga.

Sekilas Tentang Destry Damayanti
Destry Damayanti adalah seorang ekonom yang bergabung dengan PT Bank Mandiri Tbk sebagai kepala ekonomi sejak Mei 2011. Bidang pekerjaannya meliputi makro ekonomi, pasar keuangan, analisis industri, dan analisis daerah.

Pada bulan April 2014, Destry diberi amanah baru sebagai Direktur Eksekutif Institute Mandiri, sebuah lembaga penelitian independen yang didedikasikan untuk pemegang saham Mandiri.
Setelah meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia, ia  melanjutkan studi program Master of Science untuk bidang Regional Sains di Cornel University, New York, Amerika Serikat pada kurun 1991-1992.

Sebelum bergabung dengan Bank Mandiri, Destry berkiprah selama lima tahun (2006-2011) sebagai Kepala Ekonom di Mandiri Sekuritas, anak perusahaan Bank Mandiri yang berfokus pada pasar modal.

Destry memulai karier bekerja sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) dan Asisten Peneliti di Harvard Institute for International Development (HIID).
Setelah mendapat gelar master, ia bergabung dengan Departemen Keuangan RI dan bertanggung jawab atas Analisis Fiskal dan Moneter (1992-1997). Rekam jejaknya di sektor keuangan dimulai pada Citibank sebagai Ekonom (1997 - 2000), diikuti dengan Ekonom Senior untuk Kedutaan Besar Inggris di Indonesia (2000 - 2003). (fer/sg)

Tidak ada komentar

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai