Breaking News

,

Penerbang F-16 TNI AU & RTAF Berbagi Pengalaman Bertempur Di Udara

Seusai menutup Latma Elang Thaenesia XVII, Kasau Marsekal TNI Agus Supriatna didampingi Commander in Chief RTAF Air Marshal Treetod Sonjance berkesempatan meninjau Heritage sejarah Latma Elang Thaenesia di Wing 1 Korat AFB.
Jakarta, Laras Post - Untuk lebih mempererat kerja sama antara TNI AU dengan Angkatan Udara Thailand, (Royal Thai Air Foce - RTAF), kedua angkatan udara menggelar latihan bersama (Latma) dengan sandi Elang Thaenesia XVII.   Latihan digelar di Korat Air Force Base Thailand, dari tanggal 7 hingga 16 September 2015.   Dalam latihan ini, TNI AU mengerahkan lima pesawat tempur F-16 figthing falcon dari Skadron Udara 3 Lanud Iswahyudi dan Skadron 16 Lanud Roesmin Nuryadin, Pekanbaru. Sementara RTAF mengerahkan 6 pesawat F-16 dari Wing 1 Korat  AFB.

Selama sepekan lebih berlatih bersama, kedua Angkatan Udara mendapatkan banyak manfaat, dimana para penerbang kedua angkatan udara saling berbagi pengalaman dan pengetahuan dibidang taktik dan strategi pertempurran udara (dog fight).   Macam taktik perang udara yang dilatihkan bervariasi, mulai dari satu pesawat lawan satu pesawat, satu pesawat lawan dua pesawat dan dua peawat lawan dua pesawat.

Saat menutup latihan, di Korat AFB, Rabu (16/9), Kepala Staf TNI AU (Kasau) Marsekal TNI Agus Spriatna yang didampingi Comander in Chief RTAF Air Marshal Treetod Sonjance mengatakan, latihan sangat bermanfaat bagi kedua angkatan udara dalam meningkatkan pemahaman dan skill para penerbang tempur F-16 dibidang taktik dan strategi pertempuran udara.  Menurut Kasau, latihan dapat menjadi wahana strategis bagi kedua angkatan udara dalam menyamakan pemahaman bagaimana memenangkan petempuran di udara.
Sementara salah seorang pelaku latihan, Letkol Pnb Firman Dwi Cahyono mengatakan, latihan sangat bermanaat bagi para penebang tempur F-16 kedua negara khususnya dalam menyamakan penggunaan Standar Operasi Prosedur (SOP) maupun paham terhadap operasi udara.  Menurut Komandan Skardon Udara 16 ini, dengan adanya pemahaman dan SOP yang sama, maka kedua angkatan udara mempunyai pemahaman yang sama dalam memenangkan pertempuran udara.

“Selain mempererat persahabatan antara TNI AU dan RTAF khususnya dan Indonesia-Thailand umumnya, Latma juga sebagai ajang sharing pengalaman dan pengetahuan di bidang taktik dan strategi perang udara, sehingga akan dicapai inter operabilitas, dimana kami para penerbang F-16 TNI AU dapat menggunapan paham operasi udara yang sama denga Thailand” kata Letkol Pnb Firman Dwi Cahyono.(Yp,Penau)

Tidak ada komentar

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai