Breaking News

,

Upacara Bendera 17-An Di Lanud Sulaiman

Upacara bendera 17-an di lapangan apel Depohar 70 Lanud Sulaiman, Margahayu, Bandung. (Foto : Pentak Lanud Sulaiman)
Bandung, Laras Post - Komandan Depohar 70 Kolonel Tek Widodo S.AP., bertindak selaku Inspektur Upacara pada upacara bendera 17-an yang dilaksanakan di lapangan apel Depohar 70, Kec. Margahayu, Kab. Bandung, yang diikuti oleh seluruh personel perwira, bintara, tamtama, dan PNS, baik dari Lanud maupun satuan jajaran di wilayah Lanud Sulaiman yaitu Depohar 40 dan 70, GPP III, Makorpaskas, dan Pusdiklat Paskhas, Kamis (19/9/2015).

Dankodikau Marsma TNI Eko Supriyanto, S.E., M.M, dalam amanat tertulis yang dibacakan Irup mengingatkan tentang dua hal, yaitu disiplin serta keselamatan terbang dan kerja.  Tentang disiplin terkait tentang kejadian perselisihan yang terjadi antara TNI dan Polri, para petinggi TNI menekankan untuk mencegah sekecil apapun gesekan antara prajurit TNI dan anggota Polri, juga antara prajurit dengan rakyat, karena hal tersebut akan kontra produktif dengan upaya TNI membangun kedekatan dengan rakyat, yang selama ini dibangun.

Tentang keselamatan terbang dan kerja, Dankodikau menekankan jangan pernah membiarkan inccident maupun accident potensial berkembang menjadi unsafe condition dalam setiap pelaksanaan tugas.   Lakukan langkah-langkah preventif dengan penuh perhitungan dan cerdas dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan safety.

“Saya menghimbau kepada seluruh anggota untuk terus membangun harmonisasi dengan semua pihak, dan senantiasa mampu membaca situasi dengan segala kecenderungan perkembangannya, sehingga kita dapat meningkatkan pemikiran prediktif, langkah antisipatif dan upaya konstruktif dalam rangka menjaga kondusifitas situasi dan menjaga Citra TNI AU,” kata Dandepohar 70.

DanKodikau pun mengingatkan kembali kepada para personel TNI AU agar senantiasa peduli dan melakukan pengawasan melekat kepada seluruh anggotanya, serta selalu memberikan santiaji tentang disiplin, penegakan hukum, kesehatan maupun bimbingan mental, sehingga para anggota lebih memahami dampak-dampak dari setiap tindakan yang dilakukannya.

Penekanan disampaikan pula kepada Komandan jajaran agar dapat memanfaatkan jam Komandan dengan lebih intens lagi dan selalu mengingatkan tentang berbagai hal yang berkaitan dengan keamanan terbang dan kerja, berdayakan sumber daya yang ada secara optimal dan bersikaplah proaktif dalam setiap pelaksanaan tugas, agar tujuan dan sasaran organisasi dapat tercapai dengan hasil yang maksimal.

Diakhir amanatnya Dankodikau menekankan beberapa hal untuk dipahami, diantaranya tentang keimanan dan ketaqwaan, bekerja secara cerdas, tajam dan akurat dengan dilandasi kerja secara ikhlas.   Melaksanakan fungsi pengawasan secara melekat agar dapat terhindar dari segala bentuk penyimpangan. Mempertahankan kinerja dan meningkatkan penyelenggaraan tugas yang belum optimal.   Menjaga soliditas antarsatuan di TNI AU, TNI, Polri dan masyarakat serta menjauhi tempat-tempat hiburan malam yang mengundang kerawanan terjadinya perkelahian ataupun penyalahgunaan narkoba. (Yp,Sg, Penau) 


Tidak ada komentar

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai