Breaking News

,

Tak Bayar Pajak 38 Pengusaha Terancam Masuk Bui

Kebumen, Laras Post - Sedikitnya tiga puluh delapan pengusaha Wajib Pajak (WP) di wilayah Kantor Pajak Pratama (KPP) Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, terancam masuk bui alias dipenjarakan, karena mereka ngemplang pajak. 

38 wajib pajak yang terancam dijebloskan ke penjara itu, merupakan WP yang memiliki tunggakan pajak lebih dari Rp100 juta. Hal itu disampaikan oleh Kepala Kanwil Ditjen Pajak(DJP) Jawa Tengah II , Lusiani pada acara penandatanganan kerjasama penyediaan sel tahanan dengan pihak Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 2A Kebumen, pada Kamis (3/12/2015) di Kebumen. 

Lusiani mengatakan, untuk meningkatkan pendapatan pajak nasional tahun 2015 sebesar Rp10,05 triliun, Ditjen pajak mulai mengotimalkan penagihan terhadap penunggak pajak. Salah satu upayanya yakni dengan cara melakukan Gijzeling. Dimana Gijzeling yaitu tindakan penyanderaan atau menitipkan para penunggak pajak ke sel tahanan.Mereka yang terancam dapat dikenai Gijzeling merupakan wajib pajak yang tunggakan pajaknya lebih dari Rp100 juta. Namun jika mereka membayarkan tunggakan pajaknya sebelum batas waktu yang telah ditentukan,maka ancaman Gijzelling juga tidak akan diberlakukan. “Tindakan Gijzeling ini merupakan langkah terakhir apabila para penunggak pajak masih tetap membandel meski telah diberi surat teguran,”tuturnya.

Khusus di Kebumen, hingga tahun 2015 ini ada 38 wajib pajak yang memenuhi persyaratan untuk dilakukan Gijzeling. Dari 38 penunggak pajak tersebut, total tunggakannya sebesar Rp30,33 miliar. Sedangkan dari 38 penunggak pajak, 2 diantaranya telah diusulkan untuk proses Gijzeling. Dua penunggak pajak tersebut merupakan pengusaha jasa kontruksi sudah nunggak pajak selama 3 tahun. Besaran tunggakan keduanya juga cukup besar, yakni Rp2,37 miliar dan Rp1,29 miliar.

Khusus diwilayah Kanwil DJP Jateng II, sebenarnya sudah pernah ada penunggak pajak  yang digijzeling. Salah satunya yakni seorang penunggak pajak diwilayah Purwokerto Kabupaten Banyumas. Pemberlakuan Gijzeling terhadapnya sendiri tidak berlangsung lama, yakni hanya selama sebulan. Karena saat itu dia segera melunasi tanggungan penunggakan pajaknya. “Meski saat ini kami memberikan sanksi tegas ancaman Gijzeling terhadap penunggak pajak. Diharapkan para penunggak pajak tidak sampai mengalami Gijzeling dan segera melunasi tunggakan pajaknya,” harapnya.

Sementara itu Kasubsi Pengelolaan Rumah Tahanan Kelas 2A Kebumen, Kateno juga menambahkan, bahwa terkait kerjasama proram Gijzeling pihaknya menyediakan satu ruang sel tahanan khusus. Pelayanan bagi para penunggak pajak juga akan disamakan dengan penghuni Rutan lainya. Diantaranya dengan fasilitas makan tiga kali sehari, pelayanan kesehatan serta kenyamanan selama di Rutan. “Sementara memang kita menyediakan satu ruang sel tahanan. Namun jika suatu saat satu sel yang disediakan tidak cukup menampung banyaknya penunggak pajak yang digijzeling, tentu saja akan kita akan ditambah,”tandasnya.(Beniyanto)

Tidak ada komentar

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai