Breaking News

,

Team Martin Baker Cek Kursi Lontar Super Tucano


Malang, Laras Post - Tim MBA (Martin Baker Aircraft) melakukan kunjungan ke Lanud Abd Saleh untuk melakukan pengecekan dan pemeliharaan kursi lontar pesawat tempur Super Tucano yang ada di Skadron Udara 21 Lanud Abd. dan pesawat tempur TNI AU lainnya, Selasa (21/6).

Kedatangan tim MBA ini  disambut hangat oleh Komandan Wing 2 Lanud Abd Saleh Kolonel Pnb Fairlyanto, ST., beserta para pejabat Lanud Abd, perwakilan Koharmatau, perwakilan Slogau, perwakilan Bin Item, perwakilan Lambangja, dan PT. Ardha Power Indonesia di Gedung Binayudha Lanud Abd Saleh.  

Komandan Wing 2 Lanud Abd mengucapkan selamat datang kepada Tim MBA yang diwakili oleh Tony Gaunt dan Keith Wilson dan akan berada di Lanud Abd Saleh Malang selama tiga hari. Danwing mengharapkan kehadiran mereka dapat  memberikan pelajaran yang berharga mengenai pengetahuan kursi lontar (ejection seat) bagi para penerbang dan crew pesawat tempur TNI Angkatan Udara.

Pembelajaran tersebut selain untuk Crew pesawat Super Tucano juga diperutukkan untuk personel pesawat tempur Hawk 100/200 milik Skadron Udara 1 Pontianak, personel Skadron Udara 12 Pekanbaru, Skadron Udara 15 Madiun yang mempunyai pesawat T-50i, serta personel Skadron Pendidikan 102 Adi Sucipto untuk pesawat KT-1 Wong Bee yang meliputi cara melipat payung kursi lontar dan memasang kursi lontar.

Pada hari pertama hingga hari ketiga, tim MBA melakukan inspeksi ke Skadron Udara 21 untuk mengecek kursi lontar Super Tucano dan memberikan pelajaran, berdiskusi serta melakukan tanya jawab bagi para crew yang ikut di dalam kunjungan tersebut. Menurut tim MBA, tujuan dari pemeliharaan pesawat tempur adalah untuk memahami bagaimana sebuah kursi lontar bekerja, dan harus memahami  beberapa komponen dasar dalam sistem pelontaran. Semua harus terlaksana dengan benar dalam hitungan detik, dengan urutan tertentu untuk bisa menyelamatkan hidup pilot. Jika salah satu bagian dari peralatan penting tak bekerja, akibatnya bisa fatal.

Menurut Danwing 2, hampir semua pesawat tempur militer dilengkapi dengan kursi lontar (ejection seat), yang memungkinkan pilot bisa menyelamatkan hidupnya dari pesawat yang rusak atau tak berfungsi. Melontarkan diri dari pesawat yang bergerak dengan kecepatan lebih tinggi dari kecepatan suara sangat berbahaya dan dapat menyebabkan cedera parah, bahkan kematian. Oleh karena itulah sangat penting bagi pesawat tempur untuk memiliki kursi lontar.

Letak kursi lontar di dalam kokpit dan biasanya menempel pada rel vertikal dengan serangkaian roda gulir di tepi kursi. Selama fase pelontaran, rel berfungsi mengarahkan kursi keluar dari pesawat pada sudut tertentu. Tim MBA juga melakukan inspeksi ke kantor Alat Keamanan terbang (Alkat), ke Skatek 022 dilanjutkan ke Sathar 32 Depohar 30. Kunjungan diakhiri dengan tanya jawab seluruh personel Egress (Super Tucano, Hawk 100/200, T-50i dan KT-1 Wong Bee) di Gedung Binayudha Lanud Abd Saleh. (Sg, Penau)

Tidak ada komentar

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai