Breaking News

,

Menkeu: Harga Rokok Naik Dipastikan Tidak Benar

Menkeu Sri Mulyani.
Jakarta, Laras Post - Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan tanggapan terkait isu yang beredar tentang kenaikan bea cukai yang naik secara drastis yang berakibat harga rokok melambung hingga Rp50 ribu/bungkus.

Menurut Menkeu Sri Mulyani mengenai isu kenaikan harga rokok di pasaran yang beredar dipastikan tidak benar. Sebab, saat ini pemerintah belum menetapkan besaran kenaikan tarif cukai rokok dalam APBN 2017 mendatang. 

"Itu Kementerian Keuangan sampai saat ini belum ada aturan terbaru mengenai cukai rokok. Tapi saya tahu ada kajian dari salah satu lembaga ekonomi mengenai sensitivitas rokok," terang Sri Mulyani di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (22/8/2016). 

Hanya saja, Sri Mulyani tak menampik akan melakukan penaikan terhadap tarif cukai rokok. Saat ini, upaya tersebut masih berada dalam tahap konsultasi. 

"Kementrian keuangan akan lakukan penyesuaian, dan sampai saat ini kami lakukan konsultasi," imbuh Sri Mulyani kepada wartawan.

Membuat Kegaduhan

Sebelumnya wacana kenaikan harga rokok menjadi mahal terus menjadi viral di jejaring sosial. 

Pada mulanya, berita ini bergulir usai adanya usulan dari Kepala PKEKK Fakkesmas UI, Hasbullah Thabrany. 

Ia mengatakan bahwa menurut survei yang dilakukan menunjukkan bahwa akan terjadi penurunan sampai dengan 72 persen pengguna rokok bila harga dinaikkan. 

Selanjutnya, opini tersebut dikembangkan kembali menjadi sebuah berita yang disebarluaskan serta meminta pendapat para pejabat-pejabat lainnya. 

Alhasil, berita yang cukup sensitif ini pun menjadi viral dan menyebar dengan begitu cepatnya di sosial media. 

Seperti yang dikuti laraspostonline.com yang disalin dari laman Seword menjelaskan bahwa ini merupakan berita yang bertujuan untuk bisa mengganggu kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) semata. 

Kegaduhan mulai diciptakan dan dikelola untuk bisa menjadikannya sebagai amunisi kampanye di tahun 2019 mendatang. 

Menurutnya, terdapat sebuah kelompok yang sudah memfasilitasi untuk dapat menulis berita tersebut menjadi viral. 

Melanjutkan pernyataannya, menaikkan harga rokok menjadi salah satu cara yang cukup efektif untuk kelompok penentang menyerang pemerintah. Hal tersebut lantaran rokok menjadi salah satu yang paling banyak dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia. 

Bahkan, rokok dianggap sebagai kebutuhan pokok yang sejajar dengan beras atau bahan bakar dengan ratusan triliun penerimaan negara. 

Industri rokok akan jadi terancam melakukan efisiensi pekerja karena adanya pengurangan permintaan dari konsumen. Tentu hal ini akan membuat pengangguran jadi bertambah secara drastis. (sugih)

Tidak ada komentar

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai