Breaking News

,

Film Heroisme Kapten William Bligh Akan Difilmkan Di Kupang (1).

Peter Apollonius Rohi
Kota Kupang pada saat yang hampir bersamaan dengan kedatangan Kapten William Bligh. Kota ini dulu penuh dengan pohon Palm Kipas (Gewang dan Siwalan).Lukisan C.W.M. Van De Velde, hal. 77 dari buku Indonesia Timur Tempo Doeloe (Geoge Miller)
Siang tadi saya ditelepon Bung Nicky Ully anggota DPRD Kupang, minta saran tentang film dokumenter yang berkelas dunia yang sedang disiapkan di Kupang. Film itu berkisah tentang Kapten William Bligh yang diusir dari kapalnya sendiri The Bounty. 

William Bligh tentu saja bukan orang Indonesia. Tetapi heroisme dalam memimpin pelayaran dalam keadaan sangat darurat menjadi simbol kepahlawanan orang laut dari mana saja di seluruh dunia.

Tiga kali heroisme Bligh di filmkan Hollywod dan itulah satu2nya film yang tiga kali difilmkan dengan peran bintang2 besar. Tiga kali itu Hollywood mengambil lokasi di Filiphina, tapi saya sarankan tadi agar film dokumenter ini harus sesuai lokasi aslinya yaitu di Kupang. Tapi karena Kupang sudah begitu berubah ambillah lokasi lain seperti di Sulamu atau Barate atau juga Sunlili.

Bulan ini BBC akan membuat film dokumenter tentang William Bligh itu. Bligh adalah Kapten kapal The Bounty yang ketika di Tahiti terjadi perebutan kapal yang dilakukan wakilnya, justru orang kepercayaan yang dipilihnya sendiri.

William Bligh dibuang di atas sebuah perahu berukuran 7 meter pada bulan April 1789 dengan persedian makanan, air minum, dan anggur untuk konsumsi 5 hari normal untuk Bligh dan 18 anak buahnya. 

Kapten William Bligh. Sampai kini ia menjadi simbol heroisme para pelaut sedunia.
Tujuannya biar mereka mati perlahan-lahan. Tapi Bligh pelaut sejati. Ia selalu memimpin pelayaran2 besar dan tahu bagaimana memberi semangat pada anak buahnya. Mereka mendayung 40 hari siang malam tanpa henti dalam musim hujan dan setiap hari badan mereka basah dan kedinginan. Dengan jatah makamnan yang ditakar sendiri oleh Blihg.

Selama 40 hari tanpa singgah, setelah menempuh 6667 kilometer aklhirnya mereka mereka tiba di Pulau Timor. Gubernur Belanda (VOC) William Adrian Van Este dan wakilnya Mr Wanyon sangat membantu mereka. 

"Tidak tahu, apakah karena mereka kasihan pada kami, atau takut karena kami cuma tinggal kulit membungkus tulang," kata Bligh mengomentari sambutan masyarakat Kupang. Mereka ditempatkan pada sebuah gedung bertingkat dua yang cukup untuk semua anak buah Blight. Ketika mereka tiba di kota itu baru saja berakhir Perang Saudara di pulau itu yang berlangsung sejak 1786.

Sayang sekali di Kupang anak buah Bligh, ahli botani David Nelson jatuh sakit dan meninggal dunia. Ia dimakamkan di pekuburan Belanda. David Nelson pernah ikut pelayaran James Cook sehingga ia tidak asing lagi dengan situasi Pasifik, Autralia Utara, dan Laut Timor. Nelson dimakamkan di Pekuburan Belanda Fatufeto, di belakang benteng Concordia. 

William Bligh sebenarnya ditugaskan ke Pasifik mencari bibit buah sukun (Breadfruit), tetapi justru ia temukan yang terbaik berada di Bakunase, empat kilometer dari Kupang, Timor yang unggul yang tidak pernah di lihat di mana pun. Dari sini, tulis Bligh, ia membawa empat anakan sukun yang kemudian ditanam di Kebun milik Raja Inggris di Kew (London) begitu juga beberapa tanaman yang diperoleh dari Wakil Gubernur Wanyon. Di Timor, kata Blight dalam laporannya buah sukun tidak dijadikan roti sebagaimana kebiasan orang Inggris. Ironisnisnya Blight juga membawa beberapa benih padi jenis tanah kering asli Timor, yang pada masa Soeharto dibasmi untuk diganti jenis padi IR yang tidak cocok utk Tanah Timor. 

Di kota ini Bligh dan anak buahnya beristirhat sampai pulih kembali kesehatan mereka sebelum memperoleh kapal lain untuk meneruskan pelayaran ke Batavia. 

Tak lama setelah mereka berpamitan meninggalkan Kupang Gubernur William Andrian van Este pun meninggal dunia. Ia juga dimakamkan di Fatufeto, di tempat mana banyak keluarga ahli bahasa Indonesia Prof. Ophuysen yang tersohor itu juga dimakamkan. (sg, pen)

Tidak ada komentar

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai