Breaking News

,

Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Gencarkan Posbindu Penyakit Tidak Menular


Bogor, Laras Post
A.Latas Belakang
Tingginya permasalahan PTM (Hipertensi dan DM) di Kabupaten Bogor memerlukan upaya pengendalian yang memadai dan komprehensif melalui promosi, deteksi dini, pengobatan dan rehabilitasi bagi warga yang didiagnosa PTM. Upaya tersebut perlu didukung oleh sarana dan prasarana serta penyediaan data dan informasi yang tepat dan akurat secara sistematis dan terus-menerus melalui sistem Surveilans yang baik. Di Kabupaten Bogor, kegiatan Surveilans penyakit tidak menular, dikelola melalui laporan rutin bulanan PTM dan  STP Puskesmas. Hasil analisa laporan, jenis penyakit Hipertensi urutan ke 2 dan Diabetes Militus (DM) urutan ke 3 dari 10 besar penyakit yang datang ke pelayanan kesehatan, Puskesmas.
 
Surveilans PTM dan faktor risikonya merupakan upaya deteksi dini melalui data, untuk pencegahan dan pengendalian penyakit yang dilakukan tepat dan terpadu oleh pemerintah, swasta dan masyarakat melalui UKBM Posbindu PTM. Upaya pengendalian PTM dibangun berdasarkan komitmen bersama antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat yang peduli terhadap ancaman penyakit tidak menular. 
Pelaksanaan kegiatan pengendalian penyakit tidak menular di Kabupaten Bogor dilakukan kegiatan, yaitu:
1. Kegiatan pengendalian Faktor Risiko Penyakit  Jantung dan Pembuluh Darah
Upaya yang dilakukan adalah 
a. Advokasi dan sosialisasi ke Pemda dan Lintas Sektoral
b. Pelatihan peningkatan kafasitas tenaga Puskesmas program PTM 
c. Workshop dan Sosialisasi  terhadap 101 Puskesmas dan 1 BKKM  tentang system pelaporan FKTP ONLINE TERBENTUK 129 POSBINDU PTM 
d. Pelatihan kader PTM 40  Puskesmas 
e. Pemeriksaan Deteksi Dini Factor Risiko PTM PNS dari 36 SKPD di kab. Bogor dalam rangka Hari Jadi Kab. Bogor yang ke- 534 tanggal 16 s.d 18 Mei 2016
f. Pemeriksaan Faktor Risiko PTM pada Lansia dalam Rangka Hari Lanjut Usia  (HALUN) yang ke-dibuka Oleh Ibu mentri Kesehatan  prof. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp.M
g. Pembuatan peraturan kawasan bebas asap rokok di tempat umum dengan adanya Perbup  No. 54 tahun 2012 tentang Kawasan Tanpa Rokok menjadi PERDA 
h. Skrining PTM di Puskesmas dengan kasus Hipertensi dalam rangka hari Hypertensi sedunia 
i. Pemeriksaan IVA dan Penyuluhan Ca servik di wilayah kec. Leuwi Liang bekerja sama dengan BJS 
j. Pengukuran factor risiko di Posbindu PTM di Masyarakat dei setiap Posbindu 
k. Menjalin kerjasama dengan perkumpulan masyarakat peduli PTM
l. Penyediaan alat dan bahan habis pakai/logistic
m. Monitoring dan evaluasi ke Puskesmas dan Posbindu. 
2. Jejaring kerja pengendalian Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah dengan melibatkanLintas Sektor terkait, yaitu :.
a. Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah
b. Bagian Yansos, Setda Kab. Bogor
c. Rumah Sakit
d. BPJS melalui Program Prolansia dan Prolanis 
e. Organisasi masyarakat dan swasta.

3. Dengan melibatkan beberapa program diantaranya, Program Kesehatan Ibu dan Anak, Program Kesehatan Remaja dan Lansia, Program Kesehatan Haji, Program Kesehatan Olah Raga, Program Promosi Kesehatan dan Pelayanan Kesehatan Dasar dan Rujukan.

Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia seutuhnya  dalam hal ini pelaksanaan Program Pengendalian Penyalit Tidak Menular (PPTM) di Puskesmas pemegang program PTM  mampu melakukan perencanaan kegiatan yang meliputi :  jadwal, sasaran, cara pelaksanaan kegiatan dan evaluasi 
I. Penyelenggaraan POSBINDU PTM 
Posbindu PTM merupakan wujud Peran serta masyarakat dalam kegiatan deteksi dini, monitoring dan tindak lanjut dini factor risiko PTM  secara mandiri dan berkesinambungan . Kegiatan ini dikembangkan sebagai bentuk kewaspadaan dini terhadap PTM mengingat hamper semua factor risiko PTM tidak memberikan gejala pada yang mengalaminya.

POSBINDU PTM menjadi salah satu bentuk Upaya Kesehatan masyarakat atau UKM yang selanjutnya berkembang menjadi upaya kesehatan bersumber daya masyarakat 9UBM) dalam pengendalian factor Risiko PTM di bawah pembinaan Puskesmas.

Kegiatan deteksi dini dan monitoring factor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM ) , meliputi Rokok, kurang konsumsi sayur dan buah, kurang aktifitas fisik, konsumsi alcohol, Pengukuran berkala indeks masa tubuh (IMT) , lingkar perut, tekanan darah, Arus puncak Ekspirasi ( APE) dan pemeriksaan gula darah sewaktu, kolesterol total, trigliserida, pemeriksaan klinik payudara ( clinical Breast Examamination/CBE), pemeriksaan lesi pra kanker dengan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA), kadar alcohol dalam darah, test amfetamin urine, serta potensi terjadinya Cidera, pemeriksaan gangguan inrdra dan gerak.

Posbindu Ptm di kab.Bogor  dilaksanakan dengan 5 tahapan layanan namun dalam situasi kondisi tertentu dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kesepakatan bersama. kegiatan tersebut dapat berupa pelayanan deteksi dini, monitoring terhadap factor risiko penyakit tidak menular dan tindak lanjut dini sepertikonseling serta rujukan Puskesmas.

Jika pada wawancara, Pengukuran, pemeriksaan hasilnya tidak sesuai dengan kroteria baik maka dilakukan tindak lanjut berupa pembinaan secara terpadu melalui penyuluhan kelompok atau konseling secara perseorangan dan kelompok sesuai dengan kebutuhan. Selanjutnya yang memerlukan penangananan lebihlanjut dei rujuk ke fasilitas Tingkat Pertama ( FKTP) dan fasilitas kesehatan Rujukan tingkat lanjut (FKRTL)

1.1 Pelaksanaan Kegiatan 
Sasaran utama adalah kelompok masyarakat sehat, beresiko dan penyandang PTM berusia 15 tahun keatas.
Penyelenggraaan posbindu PTM dapat dilakukan dilingkungan tempat tinggal dalam wadah desa/ kelurahan ataupun fasilitas public lainya seperti sekolahan dan perguruantinggi, tempat kerja, tempat ibadah, pasar, terminal dan sebagainya.

Kegiatan ini dapat berlangsung secara terintegrasi dengan kegiatanmasyaraakat yang sudah aktif seperti: majelis taklim, karangtaruna, klub jantung sehat, kelompok keagamaan lainya kebaktian dll.
Kegiatan ini juga dapat dikembangkan pada klompok khusus seperti kelompok jamaah haji,anak sekolah, pekerja karyawan, pengemudi, (PO), masyarakat adat, terminal,Petani,nelayan, masyarakat binaan Negara di LP dan lain lain.

Pemeriksaan deteksi dini factor Resiko penyakit PTM PNS dan pejabat di 36 SKPD kab.Bogor 2016.
Posbindu PTM di wilayah Kab. Bogor dalam melaksanakan kegiatanya di lapangan dapat bersama – sama dengan program atau kegiatan pelayanan lainya  yang diberikan dalam rangka menarik minat dan meningkatakan kepatuhan masyarakat seperti posyandu balita posyandu lansia, maupun Puskesmas keliling dan lain lain.

Penyelenggaraan posbindu PTM dilakukan oleh petugas pelaksana posbindu PTM yang berasal dari kader kesehatan yang dipilih ataupun yang telah ada atau yang berasal dari organisasi masing kelompok ,lembaga,tempat kerja yang bersedia menyelenggarakan posbindu PTM, yang dilatih secara khusus, dibina atau difasilitasi untuk melakukan pemantauanfaktor risiko PTM di masing masing kelompok atau organisasinya.

Petugas pelaksana posbindu PTM mempunyai beberapa kriteria antara lain : mau dan mampu melakukan kegiatan Posbindu PTM, dan lebih diutamakan pendidikan minimal SLTA atau sederajat.
Pembinaan pelaksanaan kegiatan ini adalah Puskesmas Pembina wilayah tersebut dan Dinas kesehatan Kabupaten / kotasetempat.

Di Kabupaten bogor Posbindu PTM di laksanakan awalnya minimal satu kali sebulan tetapi karena permintaan masyarakat sehingga dilakukan satu minggu satu kali di posbindu di masyarakat dan Di Posbindu Tempat khusus  dan pembentukan Posbindu PTM awalnya satu desa satu Posbindu tetapi karena dukungan yang kuat dari masyarakat sekarang sdh ada 2 atau 3 posbindu perdesa sehingga sekarang sdh terbentuk kurang lebih 220 posbindu .(David Malau)

Pembentukan Posbindu PTM  di Desa Cibeber 1 Puskesmas LeuwiLiang  April 2016.

Tidak ada komentar

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai