sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Info Pasar

Pernak Pernik

Seni Budaya dan Hiburan

» » DPC LSM Kompak Subang Bersama Warga Blanakan Laporkan Pengurus Koperasi Jawara

LSM Kompak DPC Subang bersama warga Blanakan laporkan pengurus Koperasi Jawara.
Subang, Laras Post - DPC LSM Kompak Subang melaporkan pengurus Koperasi Jawara kepada Polres Subang karena diduga telah melakukan penipuan dan penggelapan terhadap masyarakat Blanakan, Subang, Minggu (18/8/19).

Laporan tersebut berdasarkan pengaduan warga Blanakan karena terlapor hanya mengobral janji semata terhadap warga yang telah menabung pada koperasi tersebut, namun hingga kini pencairan dana tak kunjung terealisasi.

Ketua DPC LSM Kompak Subang bersama perwakilan anggota Koperasi Jawara membuat dan menyerahkan surat laporan kepada Kapolres Subang dengan delik aduan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan oleh pengurus Koperasi Jawara terhadap warga atau anggota Koperasi Jawara Desa Blanakan.

Kronologi
Berawal dari Pengaduan warga Desa Blanakan Kecamatan Blanakan Kabupaten Subang Kepada DPC LSM Kompak Subang, bahwa Koordinator Koperasi Jawara Desa Blanakan dan Koordinator Koperasi Jawara Kecamatan Blanakan telah mengajak warga untuk menjadi anggota Koperasi Jawara.

Syarat setiap calon anggota Koperasi Jawara diwajibkan mengeluarkan uang sebesar Rp. 250.000 (Dua Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah). Selanjutnya yang digunakan untuk simpanan pokok sebesar Rp.100.000 (Seratus Ribu Rupiah). Untuk simpanan wajib sebesar Rp.100.000 (Seratus Ribu Rupiah) dan untuk administrasi sebesar Rp.50.000 (Lima Puluh Ribu Rupiah).

Tak hanya itu setiap calon anggota yang sudah melunasi persyaratan tersebut dijanjikan para koordinator Koperasi Jawara mendapatkan pinjaman per orang sebesar Rp.5.000.000 (Lima Juta Rupiah), pembayarannya melalui cicilan setiap bulan dengan cara menabung Rp.100.000 (Seratus Ribu Rupiah) tanpa bunga.

Perekrutan anggota Koperasi Jawara di Desa Blanakan dilakukan sejak bulan Desember 2018, dan pinjaman akan diberikan kepada anggota yang telah memenuhi persyaratan akan dicairkan pada bulan Januari dan Februari 2019.

Namun hingga memasuki bulan April 2019, pinjaman yang dijanjikan tak kunjung terealisasi, dan tidak ada kejelasan. Padahal warga yang masuk sebagai anggota Koperasi Jawara sebagian besar sudah melunasi simpanan pokok dan simpanan wajib serta uang administrasi sesuai yang diminta koordinator Koperasi Jawara.

Dengan adanya pengaduan dari warga atau anggota Koperasi Jawara tersebut, DPC LSM Kompak Subang membentuk tim investigasi untuk mencari data dan fakta.

Di Kecamatan Blanakan telah ditemukan terdapat 1.300 orang menjadi anggota Koperasi Jawara, semuanya telah menyerahkan uang kepada koordinator Koperasi Jawara dengan jumlah pariatif antara Rp.50.000 hingga Rp.250.000 perorang, dan kebanyakan sudah lunas.

DPC Kompak Subang tidak menemukan gedung atau kantor Koperasi Jawara, karena tempat yang dijadikan kantor yang beralamat di Cilameri sudah ditutup, karena tempat itu hasil sewa dari warga Cilameri bahkan dana sewa pun menunggak selama dua bulan.

"Kami menemukan anggota Koperasi Jawara di Kabupaten Subang sebanyak kurang lebih ada 3.600 orang anggota, di Kecamatan Blanakan berjumlah 1.300 orang anggota, kantornya tidak kami temukan, karena sudah ditutup oleh pemiliknya, sebab tempat itu dapat sewa dari warga Cilameri dan menunggak sewa selama dua bulan,” ungkap Ketua DPC LSM Kompak Subang Sunarto Amrullah yang biasa disapa Kang Buron.

Kang Buron selaku Ketua DPC LSM Kompak Subang melakukan upaya mediasi dengan para koordinator dan pengurus Koperasi Jawara di Kecamatan Blanakan.

Hal itu dilakukan dengan waktu dan proses yang panjang dari bulan Januari 2019 hingga bulan Agustus 2019 anggota koperasi hanya diberikan janji janji manis, tak satupun janji dipenuhi para pengurus Koperasi Jawara.

Terakhir DPC LSM Kompak Subang (13 Juli 2019) telah mengundang pengurus koperasi yang dihadiri Yanto dari Desa Muara, Kecamatan Blanakan, dan koordinator Koperasi Jawara Desa Blanakan yang diwakili oleh Darsa alias Blengep, serta warga Desa Blanakan yang mengadukan kepada Kompak Subang.

Pada pertemuan itu Yanto telah menjanjikan kepada anggota Koperasi Jawara yang mengadukan kepada Kompak, bahwa pengurus Koperasi Jawara akan mengembalikan uang yang sudah masuk pada koordinator Koperasi Jawara pada 15 Agustus 2019, dan bila tidak terbukti, Yanto bersedia dituntut secara hukum bahkan pernyataannya siap dituangkan dalam bentuk pernyataan tertulis.

Kang Buron menerangkan, dalam pertemuan pada 13 Juli 2019 lalu Yanto yang mengaku sebagai ketua Bidang Perikanan menjanjikan akan menyelesaikan atau mengembalikan uang anggota yang mengadukan kepada kompak pada 15 Agustus 2019.

Yanto juga bersedia janjinya itu dituangkan dalam bentuk pernyataan, bahkan jika pada waktunya tidak terbukti, dia siap diproses sesuai hukum yang berlaku.

"Namun saya merasa aneh pada Darsa alias Blengep yang tidak mengakui bahwa dirinya tidak pernah menerima uang dari warga, padahal jelas-jelas seluruh warga yang hadir mengatakan, bahwa Blengep yang menerima uangnya," ucap Kang Buron.

Tak hanya itu, menurut Buron, saat itu warga juga marah kepada Blengep karena telah membantah jika dirinya tak pernah menerima uang, dengan alasan tidak ada tanda bukti atau kwitansinya. "Anehnya lagi sehari setelah dibuatkan pernyataan dan disodorkan untuk ditandatangani, Yanto menolak untuk menandatangi surat pernyataan yang sudah dibuat sesuai kesepakatan dalam musyawarah tersebut, dengan alasan dirinya tidak boleh menandatangi surat pernyataan oleh ketuanya, karena Yanto bukan sebagai pengurus koperasi,” ungkap Kang Buron.

Berdasarkan hal itu akhirnya DPC LSM Kompak Subang melaporkan pengurus Koperasi Jawara kepada pihak berwajib yakni Polres Subang.

"Karena tidak ada itikad baik dari koordinator dan pengurus Jawara, janjinya juga diingkari terus, maka kami dan anggota Koperasi Jawara Desa Blanakan melaporkan kasus ini ke Polres Subang. Saya berharap Bapak Kapolres maupun Kasat Reskrim dapat memproses mereka sesuai ketentuan hukum dan menuntut mereka dengan seadil-adilnya,” pungkas Ketua DPC LSM Kompak Subang.(Asep, Dikin)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda