sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Info Pasar

Pernak Pernik

Seni Budaya dan Hiburan

» » Peringati Sumpah Pemuda, Polres Purbalingga Gelar Juguran Kebangsaan

Kapolres Purbalingga AKBP Kholilur Rochman ketika memberikan sambutan pada acara Juguran Kebangsaan, di Pendapa Dipokusumo Kabupaten Purbalingga mengambil tema Merajut Kebhinekaan Generasi Milenial Pilar Bangsa, Senin (28/10).
Purbalingga, Laras Post - Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda tahun 2019, Polres Purbalingga menginisiasi kegiatan Juguran Kebangsaan. Kegiatan dilaksanakan di Pendapa Dipokusumo Kabupaten Purbalingga mengambil tema Merajut Kebhinekaan Generasi Milenial Pilar Bangsa, Senin (28/10/2019).

Juguran Kebangsaan dihadiri Kapolres Purbalingga AKBP Kholilur Rochman, Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, Dandim Purbalingga Letkol Yudi Novrizal dan Danlanud JB Soedirman Letkol Pnb Arie Sulanjana. Dalam kegiatan menghadirkan narasumber yaitu Budayawan Purbalingga Agus Sukoco dan KH Nurkholis Masrur dari Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga.

Dalam acara, Bupati, Kapolres, Dandim, Danlanud masing-masing menyampaikan pesan sumpah pemuda kepada peserta juguran kebangsaan yang seluruhnya merupakan generasi muda Purbalingga. Peserta juguran Kebangsaan yaitu para pelajar tingkat SMP dan SMA serta sejumlah anggota organisasi pemuda dan organisasi masyarakat yang jumlahnya lebih dari 1000 orang.

Kapolres Purbalingga AKBP Kholilur Rochman dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa sebelumnya bangsa Indonesia dijajah oleh Belanda selama 350 tahun. Hal itu bisa terjadi karena perjuangan masih bersifat kedaerahan hingga adanya deklarasi sumpah pemuda pada tahun 1928 yang menyatukan seluruh Indonesia.

Disampaikan Kapolres bahwa penjajahan terhadap bangsa Indonesia tidak berhenti di tahun-tahun yang lalu saja. Namun salah satu penjajahan di jaman modern yang tidak kita sadari adalah penyebaran berita hoax dan fitnah, saling membenci satu dengan lainnya. Hal itu dapat mengganggu persatuan dan kesatuan yang sudah diikat dengan Bhinneka Tunggal Ika.

“Indonesia tidak dibangun dengan kebencian tapi dibangun dengan rasa persatuan yang diikat dengan Bhineka Tunggal Ika. Pemuda Purbalingga harus segera bangkit untuk membangun Purbalingga dan membangun Indonesia. Oleh sebab itu, apakah adik-adik akan terus tertidur untuk melanjutkan mimpi atau terbangun untuk mewujudkan mimpi tersebut," kata kapolres.

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi menyampaikan kepada peserta juguran kebangsaan bahwa momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda hendaknya menjadi semangat para pemuda untuk memajukan bangsa Indonesia. Termasuk pemuda di Kabupaten Purbalingga agar terus menunjukan kualitasnya termasuk kepada dunia.

Bupati juga menyampaikan bahwa kemajuan teknologi memberikan banyak dampak positif maupun negatif. Dampak negatif salah satunya yaitu adanya degradasi moral. Banyak pemuda terjerumus pergaulan bebas, narkoba dan paham radikalisme.

"Kita sebagai generasi yang cerdas harus bisa menangkal dan memilah hal hal tersebut. Saya titip pesan agar generasi muda Purbalingga dapat ikut menjaga persatuan dan kesatuan bangsa," pesan bupati.

Komandan Kodim 0702 Letkol Inf Yudhi Novrizal menyampaikan perbedaan pemuda jaman dulu dengan pemuda jaman sekarang adalah dari yang mereka perjuangkan. Pemuda jaman dulu, berpikir bagaimana caranya berjuang memerdekaan bangsa Indonesia dan mempertahankannya. Dan pemuda sekarang berfikir bagaimana caranya mengisi kemerdekaan.

“Pertanyaanya, bagaimana kita mengisi kemerdekaan yaitu dengan mempersiapkan diri untuk masa depan. Pelajar tugasnya adalah belajar dan membekali diri dengan berbagai keterampilan dan profesionalitas diri,” jelasnya.

Sementara itu, Budayawan Purbalingga Agus Sukoco selaku narasumber menyampaikan kita harus saling menghormati tidak hanya kepada sesama manusia tetapi kepada seluruh ciptaan Allah termasuk hewan dan benda yang ada di sekitar kita. Karena Allah menciptakan sesuatu pasti ada manfaatnya. Tidak boleh kita membenci atau menganggap remeh orang lain hanya karena perbedaan yang dimiliki.

"Generasi muda juga harus belajar sejarah agar dapat menjadi lebih maju. Dengan sejarah kita banyak belajar hal-hal positif seperti persatuan dan kesatuan bangsa," ucapnya.

Narasumber selanjutnya, KH Nurkholis Masrur menyampaikan bahwa saat ini banyak sekali paham yang ingin menggantikan Pancasila dengan dasar -  dasar agama. Sebagai contohnya membandingkan antara Pancasila dengan Al Quran, Presiden dengan Nabi Muhammad. Padahal hal itu merupakan sesuatu yang berbeda dan tidak tepat untuk diperbandingkan.

"Sebagai generasi muda kita harus mempunyai jiwa nasionalisme dan patriotisme, mari kita wujudkan generasi yang sejalan dengan negara dan juga agama sehingga tidak mudah dipecah belah dengan pemahaman-pemahaman yang salah tentang agama," ucapnya.

Dalam acara dimeriahkan juga dengan grup musik Ki Ageng Juguran yang menyampaikan pesan-pesan nasionalisme lewat sejumlah lagu yang dibawakan. Bahkan Bupati Purbalingga juga berkenan bernyanyi bersama lagu Cendol Dawet yang disambut meriah oleh para peserta juguran kebangsaan dengan ikut bernyanyi bersama.

Mengakhiri acara diberikan kuis berhadiah lima buah sepeda untuk peserta juguran kebangsaan. Masing-masing Forkopimda menyampaikan pertanyaan kepada peserta. Bagi yang berhasil menjawab dengan benar pertanyaan yang disampaikan, berhak membawa pulang hadiah berupa sepeda. (Agus P)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda