sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Info Pasar

Pernak Pernik

Seni Budaya dan Hiburan

» » 25 Siswa dari 13 Negara Kunjungi Kota Solo

Para siswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) siswa mancanegara Pusdiklat Bahasa Badiklat Kementerian Pertahanan RI berfoto bersama dengan latar belakang Candi Borobudur.
Jakarta, Laras Post - Sehari sebelum keberangkatan menuju  Yogyakarta dan Solo, semua siswa sangat antusias dan bergegas menyiapkan perlengkapan pribadinya, seperti; kamera, pelindung panas, kacamata hitam, serta jaket, dan lain-lain

Hal ini dilakukan siswa dalam rangka kuliah kerja lapangan (KKL) siswa mancanegara Pusdiklat Bahasa Badiklat Kementerian Pertahanan RI yang berkantor di Jl. Jati Nomor 1 Pondok Labu Pangkalan Jati Jakarta Selatan, Kamis (14/11/2019)

Program kuliah kerja lapangan ini sesuai dengan rencana program tahunan (RPT) tahun ajaran 2019 yang dilakukan secara rutin bagi siswa mancanegara yang mendapatkan tugas belajar Bahasa Indonesia sebagai bekal selanjutnya untuk mengikuti pendidikan Sesko TNI, Sesko Angkatan (Darat, Laut dan Udara) serta mempersiapkan calon mahasiswa yang akan belajar di Universitas Pertahanan.

Ke-13  negara tersebut adalah; Amerika Serikat (satu siswa), Arab Saudi (dua siswa), Australia (dua siswa), China (satu siswa), India (empat siswa), Myanmar (satu siswa), Malaysia (dua siswa), Philipina (dua siswa), Pakistan (dua suswa), Singapura (empat siswa), Srilangka (satu siswa), Thailand (dua siswa), dan Vietnam (satu siswa), sehingga seluruhnya berjumlah 25 siswa.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapusdiklat Bahasa Badiklat Kemhan Brigjen TNI Yudhy Chandra Jaya, MA. beserta staf antara lain Kolonel Caj. Drs. Hasanuddin Salsab, M.Ed., Kolonel Laut Dr. Bambang Nurrochim, M.M., M.A.P., Mayor Laut Sumidi, S.Pd., dan Mayor Caj Awani.

Program KKL ini berlangsung selama 4 hari yaitu 11-14 November 2019 dengan agenda kegiatan mengunjungi dan menyaksikan sendra tari Rayana, dilanjutkan ke Candi Borobudur, kerajinan perak di Solo, ke Walikota Solo, Museum Purba Sangiran, Candi Cetho, Candi Sukuh, Istana Mangkunegaran, dan diakhiri dengan mengunjungi P.T. Sritex.


Menurut Kapusdiklat Bahasa Badiklat Kemhan Brigjen TNI Yudhy Chandra Jaya, M.A., program KLL  dimaksudkan untuk memberikan pengalaman siswa selain praktek berkomunikasi dengan bahasa Indonesia.

"Mereka diperkenalkan budaya Indonesia dan kuliner, sehingga lebih lengkap di dalam proses belajar tentang Indonesia," ujar Kapusdiklat

Yang pasti, sambungnya, sebagai bekal dalam melanjutkan pendidikan di Indonesia sekaligus sebagai wujud kerja sama negara-negara sahabat di bidang pertahanan yang telah terjalin sejak lama.

"Dengan mempelajari bahasa Indonesia, maka terbukalah pintu dunia di dalam melihat, mempelajari dan mengenal lebih dekat tentang negara Indonesia," tegasnya.

Di samping itu, urainya, juga untuk menjalin dan meningkatkan hubungan bilateral antara Indonesia dan negara-negara sahabat, khususnya kerja sama Angkatan Bersenjata.

Dikemukakannya, setiap tahun Kementerian Pertahanan dan TNI mengundang beberapa perwira angkatan bersenjata negara sahabat untuk mengikuti pendidikan di Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI, dan Sesko Matra di masing-masing angkatan.

"Jadi dengan semangat Bela Negara melalui belajar Bahasa Indonesia yang bernilai strategis, akan mampu menembus batas antarnegara dengan meningkatkan kerja sama di bidang pertahanan," tandas Brigjen Yudhy.


Di akhir kegiatan, siswa diberikan kesempatan berkunjung ke PT. Sritex untuk mengetahui lebih dekat tentang industri Strategis Tekstil Indonesia PT. Sritex yang telah menembus pasar dunia di dalam bidang tekstil yang digunakan sebagai seragam militer berbagai negara.

Kemudian mengunjungi Istana Lodji Gandrung Surakarta yang diterima oleh Walikota Solo F.X. Hadi Rudyatmo, hadir juga Ketua DPRD Solo, dan staf Walikota Solo.

Saat mengunjungi Istana Lodji Gandrung Surakarta, Walikota Solo dalam sambutannya mengatakan,  sangat tepat mengunjungi Kota Solo. Solo adalah Kota Budaya.

"Hal ini tidak terlalu berlebihan, karena Kota Solo dikenal sebagai pusat budaya Jawa dengan  produk kebanggaannya batik dan kuliner yang sangat lezat hingga menembus dunia.

"Semoga dengan mempelajari Bahasa Indonesia, sekaligus budaya dan berbagai kuliner khas Indonesia ini akan mampu membuka pintu dunia dalam meningkatkan hubungan multilateral,khususnya di bidang pendidikan dan pertahanan,"  tandas Walikota Solo.  (her)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda