sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Info Pasar

Pernak Pernik

Seni Budaya dan Hiburan

» » Bengkel Tari Putra Kusuma

Para siswi Bengkel Tari Putra Kusuma saat menari Gambyong sebagai pembuka upacara wisuda, dan penerimaan siswa baru PERMADANI Kabupaten Rembang, di Pendopo Musium R.A. Kartini, Sabtu (9/11/2019) malam.
Rembang, Laras Post – Indonesia kaya akan seni budaya, salah satunya seni tari. Seiring perkembangan era globalisasi, seni tari seperti kurang dilirik generasi milenial.

Meski begitu, kelompok-kelompok tari berusaha untuk menarik minat masyarakat untuk belajar seni tari. Hal tersebut dengan hadirnya sanggar-sanggar tari di Indonesia.

Salah satunya yaitu Bengkel Tari Putra Kusuma, yang beralamat di Desa Ngebrak, Randuagung, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang.

Pemilik Bengkel Tari Putra Kusuma, Joko Sukoco bersama para siswinya
Pemilik sanggar, Joko Sukoco (38) menjelaskan tentang jumlah murid di Bengkel Tari Putra Kusuma. “Yang mengikuti pelatihan di sanggar tari saya sekitar 150 anak. Terutama dari sekolah-sekolah untuk kegiatan ekstra kurikuler. Mulai dari TK, SD, SMP, SMA sampai umum,” jelas Joko saat ditemui di Pendopo Musium R.A. Kartini, Kabupaten Rembang, Sabtu (9/11/2019) malam.

Di Bengkel Tari Putra Kusuma melatih tari Jawa, seperti tari Gambyong, Bambangan Cakil, Minak Jinggo, Gatotkaca, dan sebagainya. Para siswanya juga sering mengikuti kompetisi-kompetisi, dan sering mendapat juara.

“Di sanggar kami, punya ciri khas khusus untuk cowok. Saya spesialis khusus garap untuk cowok, tari Bambangan Cakil. Alhamdulillah yang ikut kegiatan, terutama nari di sekolah rata-rata mendapat peringkat,” ucapnya.

Mengenai harapan untuk ke depannya, ia mengatakan agar anak-anak tidak ilang jawane. “Kita orang Jawa, tetap nguri-nguri budaya Jawa, budaya kita sendiri, untuk keseimbangan daya pikir anak-anak dalam belajar di sekolah. Intinya refreshing, dan untuk melestarikan budaya,” katanya.

Para siswi Bengkel Tari Putra Kusuma, Anita (tengah)
Salah satu siswi Bengkel Tari Putra Kusuma, Anita (22) menuturkan ia belajar menari di Bengkel Tari Putra Kusuma sejak SMP, dan sering mendapat juara. Ia juga berharap untuk penari-penari di Indonesia agar dapat melestarikan tari-tari tradisional.

“Harapan saya, generasi muda, dan anak-anak harus mau mengangkat tari tradisional dengan mempelajarinya, dibandingkan mempelajari tarian dari negara lain seperti modern dance. Kita harus lebih mencintai budaya tradisional. Melestarikan seni tari khususnya tari Jawa, hingga dikenal di dunia internasional,” tutup mahasiswi ISI Surakarta ini. (fer/tik)


«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda