sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Info Pasar

Pernak Pernik

Seni Budaya dan Hiburan

» » Cegah Siswa Terpengaruh Paham Radikal, Satbinmas Polres Purbalingga Kunjungi Sekolah

Satbinmas Polres Purbalingga saat menggelar Focus Group Discussion (FGD) di SMK Maarif Bukateja, Selasa (12/11/2019).

Purbalingga, Laras Post - Mencegah pelajar terpengaruh paham radikal, Polres Purbalingga mengggelar sosialisasi di sekolah-sekolah. 

Seperti dilakukan Satbinmas Polres Purbalingga yang menggelar Focus Group Discussion (FGD) di SMK Maarif Bukateja, Selasa (12/11/2019).

Kegiatan FGD yang dilaksanakan Satbinmas Polres Purbalingga bekerja sama dengan Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Sedangkan tema yang diambil dalam kegiatan yaitu ‘Cegah Penyebaran Paham Radikal dan Intoleransi’.

Kasat Binmas Polres Purbalingga AKP Siswanto menyatakan pihaknya terus berupaya mencegah berkembangnya paham radikal dan intoleransi khususnya di kalangan pelajar. Hal itu penting karena pelajar merupakan generasi penerus bangsa.

"Remaja atau kalangan pelajar yang paling rentan terkontaminasi paham radikal dan intoleransi. Sehingga perlu dibentengi sejak dini dengan sejumlah materi pengetahuan. Oleh sebab itu, kita mendatangi sekolah-sekolah untuk sosialisasi melalui kegiatan FGD," kata Siswanto.

Dalam FGD, sambungnya, pihaknya memberikan dua materi kepada 60 siswa di SMK Maarif Bukateja. Materi yang pertama disampaikan oleh AKP Imam Sutiyono tentang Radikalisme dan Intoleransi. Sedangkan materi kedua disampaikan oleh Sugeng Riyadi dari Kemenag Purbalingga tentang Deradikalisasi.

Sementara, Siti Ngatifah dari SMK Maarif Bukateja mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan pihak kepolisian. Menurutnya materi yang disampaikan sangat bermanfaat dan tepat bagi siswa di sekolahnya. Karena materi tersebut sesuai dengan situasi sekarang dimana paham radikal banyak diikuti kalangan remaja.

“Melalui pemberian materi dan diskusi yang sudah dilaksanakan diharapkan para siswa mempunyai pemahaman dan pengetahuan guna mencegah sejak dini paham radikal dan intoleransi,” ucapnya. (agus p)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda