sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Info Pasar

Pernak Pernik

Seni Budaya dan Hiburan

» » Gelar Aksi di Gedung DPR/MPR, Mahasiswa Tolak Mafia Nikel



Jakarta, Laras Post -  Ratusan mahasiswa mengatasnamakan Koalisi Mahasiswa Peduli Bangsa (KOMA-PB) dan Koalisi Mahasiswa Indonesia (KMI) menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (22/11/2019).

Dalam aksinya, mereka mengungkap sejumlah permasalahan dalam industri nikel di Indonesia. Mereka menganggap industri nikel telah dikuasai sekelompok mafia.

Mahasiswa minta Presiden Jokowi memberikan perhatian terkait kebijakan Kepala BKPM tentang larangan ekspor bijih nikel yang menuai kontroversi.

Selain itu, mereka juga mendesak Komisi VI dan VII DPR agar membentuk Panja untuk menyelidiki permainan kotor smelter-smelter nikel yang selama ini dianggap telah merugikan penambang lokal dan negara hingga triliunan rupiah.

Koordinator Lapangan aksi, Rahmat Himran menyatakan bahwa permainan smelter seperti pengaturan harga yang tidak sesuai dengan Harga Patokan Mineral (HPM) harus diusut tuntas  DPR.

“Harga Patokan Mineral (HPM) itu kan memiliki dasar hukum berkisar $36-$39, tapi harga yang ada saat ini hanya berkisar $27-$30 per ton, ini ada apa? Harusnya harga mengikuti HPM yang diterbitkan Dirjen Minerba.  Siapa yang mempermainkan harga seperti ini? Kondisi ini jelas menyiksa para penambang dan kerugian negara bisa mencapai triliiunan kalau seperti ini. DPR RI kami minta hadir dan periksa proses yang janggal ini," ujar Rahmat.

Selain itu, sambung Rahmat, beberapa smelter yang ada justru lebih mengutamakan pekerja asing dibandingkan pekerja lokal.

“Pemilik smelter di Morowali contohnya, mereka lebih memilih mempekerjakan pekerja asing dari Tiongkok dibandingkan tenaga kerja Indonesia. Hal ini melukai harkat dan martabat kami sebagai mahasiswa dan pemuda penerus bangsa yang berhak mendapatkan kesempatan kerja lebih besar dibandingkan tenaga asing," cetusnya.

Setelah melakukan orasi, perwakilan mahasiswa akhirnya diterima anggota Komisi VII Rusda Mahmud.
Dalam pertemuan tersebut, Rusda Mahmud sangat mengapresiasi gerakan yang digelar mahasiswa itu.  Apalagi, di dapil Rusda yaitu Sulawesi Tenggara, merupakan daerah tambang nikel.

Karennya, Rusda siap mendukung dan menyalurkan aspirasi mahasiswa kepada lembaga dan kementrian terkait.  (egi)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda