sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Info Pasar

Pernak Pernik

Seni Budaya dan Hiburan

» » Kejahatan Israel Ancam Rakyat Palestina


Jakarta, Laras Post - Rakyat Gaza Palestina sudah bertahun-tahun menderita karena mempertahankan Tanah Air mereka dari zionis Israel. 

“Hampir setiap saat ancaman teror datang dari Israel. Bahkan aksi damai mereka menuntut kemerdekaan dibalas Israel dengan hujanan roket,” demikian ungkap Syeikh Dr. Ahed Abdul Atha, Ketua Mantan Ulama Palestina Asia Tenggara saat jumpa pers di Rumah Spirit of Aqsa, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (18/11/2019).

Ahed Abdul Atha  yang didampingi juru bicara Manager Spirit of Aqsa Ridwan Hakim menambahkan, pada pekan lalu Israel kembali melancarkan serangan dan mengakibatkan jatuhnya korban warga sipil. 

Dan itu, sambungnya, berawal dari teror serangan yang menewaskan salah satu komandan pasukan perlawanan Palestina, Baha Abu Al-Atha dan istrinya.

“Berlangsung selama kurang  Iebih 2 hari, serangan Israel ini memakan korban meninggal dan luka-luka. Menurut otoritas kesehatan Gaza korban yang meninggal mencapai 34 jiwa, 3 di antaranya perempuan dan 8 anak-anak. Sedangkan korban luka-luka mencapai 111 orang, 20 di antaranya perempuan dan 46 anak-anak,” tandasnya.

Selain kerugian nyawa, lanjutnya, Gaza juga harus menanggung kerugian materi di tengah berbagai krisis yang sudah bertahun-tahun akibat blokade Israel. Otoritas di Gaza melaporkan sekitar 500 tempat tinggal para keluarga Gaza rusak secara parsial dan 30 tempat tinggal rusak total. 

“Hal ini tentu sangat menyedihkan dan memilukan di saat kesulitan ekonomi, kelaparan dan terlebih lagi musim dingin yang menusuk sudah mulai dan akan berlangsung berbulan-bulan,” tegasnya.

“Serangan Israel ini juga menyasar mata pencaharian rakyat Palestina seperti perkebunan yang rusak akibat tembakan roket Israel serta nelayan yang dihancurkan perahu mereka serta pembatasan dalam melaut.”

Menurut Syeikh Dr. Ahed Abul Atha, kejahatan Israel dalam dua hari pada pekan lalu bukan hanya menciptakan teror penyerangan tersebut, dampak yang ditinggalkan juga lebih besar bahayanya bagi rakyat Palestina.

“Salah satunya adalah dalam jangka pendek di musim dingin yang menusuk sekarang ini, ribuan keluarga yang kehilangan tempat tinggal akan mengalami malam-malam dingin
membeku tanpa penghangat dan pangan yang mencukupi,” terangnya.


Oleh karena itu, Spirit of Aqsa kembali menyampaikan harapan dan seruan dari rakyat Palestina yang selama ini ditemui dalam penyaluran berbagai program. 

Masyarakat Indonesia tidak melupakan mereka dan Masjid AI-Aqsha dalam setiap doa serta ikut bergabung membantu keluarga di Gaza, khususnya di program bantuan musim dingin 2019-2020. 

Program ini menyediakan berbagai kebutuhan mendesak korban serangan Israel berupa, pakaian dan pangan untuk musim dingin serta biaya medis korban luka serta renovasi rumah-rumah yang terkena dampak serangan.

Program ini juga menyasar tujuan jangka panjang berupa bantuan untuk peserta pembinaan pendidikan generasi Palestina yang digalakkan Spirit of Aqsa, agar mereka bisa bangkit dan menyelesaikan perjuangan meraih keadilan dan perdamaian di Bumi Palestina. (egi)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda