sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Info Pasar

Pernak Pernik

Seni Budaya dan Hiburan

» » Presiden Jokowi Lantik Komjen Pol Idham Azis Jadi Kapolri

Presiden Jokowi saat melantik Kapolri Idham Azis.
Jakarta, Laras Post – Presiden Joko Widodo melantik Komjen Pol Idham Azis menjadi Kepala Kepolisian RI (Kapolri) pada Jumat, 1 Nopember 2019, di Istana Negara, Jakarta.

Pada kesempatan itu, Komjen Pol Idham Azis langsung mendapatkan pangkat setingkat lebih tinggi menjadi Jenderal Polisi. Penyematan pangkat langsung dilakukan oleh Presiden Jokowi.

Idham Azis diangkat menjadi Kapolri untuk menggantikan Tito Karnavian yang saat ini menjadi Menteri Dalam Negeri.

Presiden didampingi Wapres saat memberikan ucapan selamat kepada Idham Azis sebagai Kapolri baru.

Miliki Pengalaman Jabatan Strategis

Jenderal Polisi Drs. Idham Azis, M.Si. merupakan perwira tinggi lulusan Akpol 1988, lahir di Kendari, Sulawesi Tenggara, 30 Januari 1963 (56 tahun).

Idham telah berpengalaman dalam sejumlah jabatan penting diantaranya  Kepala Badan Reserse Kriminal Polri dan Kapolda Metro Jaya.

Idham merupakan lulusan Akpol tahun 1988 dan berpengalaman dalam bidang reserse. Ia termasuk polisi yang mendapat kenaikan pangkat cukup cepat saat tergabung dalam tim Bareskrim, dengan prestasi melumpuhkan teroris Dr. Azahari dan kelompoknya di Batu, Jawa Timur, pada 9 November 2005 lalu.

Ia mendapat penghargaan dari Kapolri saat itu, Jendral Sutanto, bersama dengan para kompatriotnya, Tito Karnavian, Petrus Reinhard Golose, Rycko Amelza Dahniel, dan kawan-kawan.

Pada malam  10 November 2005, Brigjen. Pol. Surya Dharma memanggil dan memerintahkan Idham untuk berangkat ke Poso. Keesokan harinya, Idham terbang dari Surabaya menuju Palu dan tiba di Poso pada sore harinya untuk langsung bergabung dengan Tito Karnavian yang telah berada di sana.

Tito memintanya untuk menjadi wakilnya dalam kasus investigasi mutilasi tiga gadis Kristen yang terjadi di Poso. Per 12 November 2005, Idham resmi menjadi Wakil Ketua Satgas Bareskrim Poso, mendampingi Tito Karnavian.

Kemampuannya di bidang anti-terorisme membuat Kapolri mempercayakan Idham menjabat di Sulawesi Tengah, yang rawan dengan kelompok sipil bersenjata.



10 Jabatan Terakhir

  • 17–01–2006: Kepala Unit IV Direktorat I/Keamanan & Transnasional Badan Reserse Kriminal Polri
  • 09–06–2008: Kepala Sub Detasemen Investigasi Densus 88/Anti-Teror Badan Reserse Kriminal Polri
  • 19–12–2008: Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat
  • 17–10–2009: Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya[6]
  • 29–09–2010: Wakil Kepala Densus 88/Anti-Teror Polri
  • 25–03–2013: Direktur Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal Polri
  • 03–10–2014: Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah
  • 28–02–2016: Inspektur Wilayah II Inspektorat Wilayah Umum Polri
  • 23–09–2016: Kepala Divisi Profesi & Pengamanan Polri
  • 20–07–2017: Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya
  • 22–01–2019: Kepala Badan Reserse Kriminal Polri. (her, sg)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda