sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Info Pasar

Pernak Pernik

Selebrity

Seni Budaya dan Hiburan

» » Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya Ungkap Kasus Perusakan Kapal Berbendera Malaysia

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus (tengah) bersama jajaran Dit Reskrimsus saat memberikan keterangan pers terkait kasus perusakan kapal berbedndera Malaysia.

Jakarta, Laras Post -  Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Metro Jaya berhasil mengungkap tindak pidana penggelapan, pencurian, dan perusakan Kapal IK Merdeka berbendera Malaysia.

Demikian ungkap Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (23/12/2019).

“Dalam kasus itu, tiga orang tersangka berinisial IR, THS, dan JC diamankan,  dengan barang bukti satu unit Kapal IK Merdeka berbendera Malaysia beserta dokumen kelengkapan,” ujarnya didampingi jajaran Dit Reskrimsus.

"Para tersangka menguasai kapal, memotong-motong bagian kapal, dan menjual kapal dengan alasan
sebagai kompensasi gaji nahkoda kapal yang belum dibayar," sambungnya.


Perwira menengah polisi itu kemudian menceritakan kronologis kasus tersebut. Menurutnya, Kapal IK Merdeka milik Jas Marine (L) Ltd. Malaysia disandera di Pelabuhan Merak Banten  oleh IR selaku Nahkoda Kapal. IK Merdeka. 

Penyanderaan tersebut dilakukan dengan alasan sebagai kompensasi gaji yang belum dibayar selama 3 bulan oleh pemilik kapal IK Merdeka. 

“Padahal saudara IR dkk telah melakukan gugatan gaji yang tidak dibayarkan tersebut ke Pengadilan Negeri Serang Banten, namun ditolak,” terangnya. 

Kombes Pol Yusri menuturkan, pada 2 Januari 2018, IR dan THS membuat dan menggunakan surat dengan kop Baltiq Agencies PTE Ltd tanpa persetujuan dan tanpa seizin pemilik, untuk proses pengeluaran Kapal IK Merdeka dari Pelabuhan Merak Banten.

“Pada tanggal 11 Januari 2018, saudara IR dkk (tanpa persetujuan pemilik Kapal IK Merdeka), dengan sengaja memberangkatkan kapal dari Pelabuhan Merak Banten dan mengubah arah Kapal ke Tanjung Priok Jakarta Utara (bukan ke Port Klang Malaysia, sesuai Surat Persetujuan Berlayar tertanggal 11 Januari 2018). Dan kapal tersebut masuk Tanjung Priok tanpa melapor ke Syahbandar. Kemudian saudara IR bersama saudara THS menguasai kapal tersebut,” paparnya.

Yusri kembali melanjutkan, pada 29 Juli 2018, IR bersama THS melakukan pemotongan bagian-bagian kapal di Lahan Paliat Tanjung Priok Jakarta Utara, seperti hely dek dan komponen lainnya untuk dijual, dengan alasan sebagai kompensasi gaji yang belum dibayarkan. (egi)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda