sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Info Pasar

Pernak Pernik

Selebrity

Seni Budaya dan Hiburan

Feature

» » Mahasiswa Minta Menteri ESDM Tindak Tegas Praktek Mafia Industri Nikel di Indonesia


Jakarta, Laras Post -  Ratusan massa aksi mengatasnamakan Koalisi Mahasiswa Peduli Bangsa dan Koalisi Mahasiswa Indonesia menggelar unjuk rasa di depan gedung Kementerian ESDM,  Jakarta,  Selasa (10/12/2019). 

Massa aksi yang awalnya berkumpul di kawasan IRTI Monas kemudian melakukan longmarch dan akhirnya berkumpul kembali di depan Kementerian ESDM, meneriakkan penolakan terhadap monopoli industri nikel Indonesia oleh mafia/kartel. 

Dalam tuntutannya, Doni Manurung selaku koordinator aksi menjelaskan bahwa kedatangan mereka ingin menuntut Menteri ESDM agar memberikan perhatian khusus terhadap dugaan permainan mafia-kartel dalam industri nikel Indonesia. 

“Kita datang ke sini sebenarnya ingin mengadu kepada bapak Menteri ESDM, ingin melaporkan bahwa harta kekayaan rakyat Indonesia sedang dikeruk habis oleh para mafia. Kami sangat berharap pak menteri esdm tidak tutup mata akan kasus ini,” ujar Dony. 

Selanjutnya menurut Dony, permasalahan proses tata niaga nikel di Indonesia sudah sangat parah dan kompleks. Salah satunya adalah persoalan dominasi dua smelter besar yakni Virtue Dragon Nickel Industry dan PT Tsing-shan Steel Indonesia yang secara terang-terangan tidak mau menggunakan surveyor yang telah ditentukan oleh pemerintah. Namun malah menggunakan surveyor pihak luar untuk mengukur dan menguji kadar bijih nikel. 

“Kan pemerintah sudah menentukan mana saja surveyor-surveyor yang harusnya digunakan dalam pengujian kadar bijih nikel, seperti Sucofindo, Surveyor Indonesia, Carsurin, Geo Service, dan Anindy, tapi pada kenyataan di lapangan smelter-smelter ini malah menggunakan surveyor lain yang bukan ditunjuk resmi oleh pemerintahan,” tegasmya. 

Menurutnta, dimulai dari penggunaan surveyor yang bukan ditunjuk langsung oleh pemerintah tersebut, smelter-smelter ini dianggap dapat juga mempermainkan hasil uji kadar bijih nikel.

“Ya coba tanya saja kejadian di lapangan saat ini, berapa banyak hasil bijih nikel dari penambang lokal yang dinyatakan berkadar rendah dan tidak mau dibayar oleh smelter-smelter itu,” terang Dony.

Oleh karena itu, sambungnya, mereka menuntut kepada menteri ESDM agar segera menyelidiki kasus ini dan tidak takut untuk mengambil langkah tegas jika memang bukti-bukti telah lengkap. (wn

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda