sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Info Pasar

Pernak Pernik

Selebrity

Seni Budaya dan Hiburan

Pendidikan

» » Peringatan Hari Ibu 2019, Sosok Ibu dimata Ambu Anne


Purwakarta, Laras Post - Peringati hari Ibu di Indonesia setiap tanggal 22 Desember. Zaman itu, diselenggarakan Kongres Perempuan Indonesia III pada 22-27 Juli 1938 di Bandung. Diantara salah satu keputusannya Hari Ibu diperingati setiap 22 Desember. Maka peringatan hari ibu 2019 tepat Pada Minggu (22/12).

Seorang Ibu merupakan sosok perkasa. Karena itu, kaum Ibu mampu menghadapi berbagai tantangan besar mulai dari masa kehamilan hingga melahirkan. Proses melahirkan itu ada di antara hidup dan mati. Tetapi, seorang Ibu mampu melewatinya dengan sangat perkasa dan sabar.

Menurut Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, ibu adalah jabatan dan sebutan tertinggi bagi seorang perempuan. Ya, seorang perempuan yang telah melahirkan biologis, atau perempuan yang melahirkan sebuah karya-karyanya.

“Tidak ada jabatan tertinggi lain, selain menjadi ibu,” ujar Bupati Purwakarta Anne dalam sambutannya di sela-sela peringatan Hari Ibu 2019 di Aula Yudistira, Komplek perkantoran Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta tersebut.


Lebih lanjut, Anne berpendapat, peringatan hari ibu itu lahir dari spirit perjuangan kaum perempuan di masa penjajahan dulu. Ibu – ibu di Indonesia, menurutnya, semuanya perkasa. Terbukti, banyak tokoh besar di republik ini lahir, besar dan di didik oleh para Ibu perkasa itu.

“Para pemimpin besar pun lahir dari hasil didikan Ibu – ibu perkasa ini,” tegasnya.

Di momen hari Ibu ini, Anne pun merekfleksikan sosok kedua orang tuanya yang selama ini selalu menjadi spirit, selalu menjadi penyemangat dimana pun dirinya berada. Kendati, sang ayah sudah lebih dulu pergi meninggalkan dunia ini untuk selamanya.

Anne pun mengajak masyarakat, terutama anak – anak, supaya memaknai hari ibu itu, minimalnya untuk mengenang perjuangannya saat melahirkan kita. Lebih jauh dari itu, para ibu saat ini pun diharapkan melahirkan generasi – generasi penerus bangsa yang jauh lebih baik, yang hebat dan kuat.

Dikatakan Anne, “Generasi yang kuat tidak mungkin lahir dari seorang ibu yang tidak kuat. Jadi, Negara harus hadir supaya perempuan ini jadi cetakan yang bisa melahirkan generasi yang hebat,” katanya.


Salah satu upaya pemerintah, yakni dengan membantu pemenuhan vitamin secara gratis bagi ibu – ibu hamil dan pra hamil. Artinya, sejak pertama nikah, Negara harus intervensi demi membantu tumbuh kembang bayi yang ada dalam kandungan mereka.

“Dari pra menikah, pra hamil Negara harus sudah intervensi. Misalnya, dengan memberikan vitamin secara gratis,” imbuhnya. 

Anne menambahkan, perkembangan yang sangat vital ketika hamil itu ada di usia iandungan 0 – 4 bulan. Karena, saat itu sedang memasuki proses pembentukan organ tubuh dari si bayi. Setelah lewat empat bulan, bukan pembentukan, melainkan pertumbuhan. Jadi, ini harus benar – benar diperhatikan demi terciptanya generasi yang hebat dan kuat.

“Pasca melahirkan pun tak kalah penting. Bukan hanya memantau pertumbuhannya hingga dewasa, kita juga harus benar-benar mendidiknya supaya menjadi pribadi hebat, sehat dan kuat,” pungkasnya. (Hengki,Roy,tonggo)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda