sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Info Pasar

Pernak Pernik

Seni Budaya dan Hiburan

» » Sidang Lanjutan Pelajar Aniaya Begal Hingga tak Bernyawa, JPU Tuntut Pembinaan Satu Tahun

Pengacara terdakwa kasus pelajar aniaya begal hingga tak bernyawa, kuasa hukum meminta agar kliennya itu dikembalikan ke orang tua dengan alasan bahwa pelajar tersebut membunuh korban karena membela diri.

Malang, Laras Post - Sidang lanjutan kasus pelajar yang menganiaaya hingga tak bernyawa seorang begal Misnan (35) warga Dusun Penjalinan, Desa Gondanglegi yang dijadwalkan, Selasa (21/1/2020) pukul 10.00 WIB akhirnya diundur pukul 15.00 WIB. 

Dalam amar tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut pelajar terdakwa itu dengan dijatuhi pembinaan dalam lembaga di LKSA Darul Aitam di Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, selama 1 tahun lamanya. 

Kuasa Hukum terdakwa, Bakti Riza Hidayat mengatakan, sidang hari ini diundur karena tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum lengkap. “Sidang ditunda, saya baru dapat kabar tadi pagi sekitar jam 09.00 WIB dari JPU. Katanya ditunda karena tuntutannya belum lengkap katanya,” ucapnya. 

Menurut Bakti, dengan adanya penundaan tersebut, tidak membuat masalah. Ia berharap dalam tuntutan nantinya seperti yang disampaikan Jaksa Agung, yakni mengembalikan terdakwa kepada orang tua. “Jika ditunda ya gak masalah. Mau tidak mau, ya harus ditunggu,” tegasnya.

Sementara itu, Humas Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen, Yoedi Anugrah Pratama membenarkan adanya penundaan sidang terdakwa tersebut. “Jadwal sidang pidana sebenarnya mulai jam 13.00 WIB sampai jam 15.00 WIB. Kalau jadwal pagi ini sidang perdata, dan hari ini memang penuh jadwalnya,” katanya.

Namun, lanjut Yoedi, dirinya tidak mengetahui pasti penyebab penundaan atau pengunduran jadwal sidang tersebut. “Kami kan hanya menyediakan tempat. Itu kewenangan JPU. Kemungkinan juga kan banyak perkara yang ditanganin. Apalagi ini sidang peradilan anak, harus segera selesai. Mengingat adanya batasan waktu,” pungkasnya. 

Menyatakan pelajar terdakwa itu telah terbukti dan secara sah dan bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan matinya orang sebagaimana diatur dalam pasal 351 KUHP,” ucap JPU, Kristiawan menjelaskan, dalam sidang kali ini, pihak jaksa menjatuhkan pidana berupa pembinaan dalam lembaga yang berbeda di Wajak selama satu tahun.

“Dalam sidang tersebut, disertakan barang bukti berupa sepeda motor Vario, sandal jepit swalow, 1 buah senter, pisau dapur 30 cm, 1 jaket warna hitam, 1 sarung hitam, dan 1 celana jeans 3/4 warna biru,” jelasnya. 

Menanggapi tuntutan JPU tersebut, kuasa hukum terdakwa, Bakti Riza Hidayat mengatakan, dengan tuntutan tersebut, pihaknya akan membuat pledoi untuk dibacakan Rabu (22/1) besok.

“Sesuai tuntutan dari Jaksa, bahwa terdakwa akan dilakukan pembinaan di sebuah pondok di Wajak selama satu tahun. Pasal yang dikenakan yakni 351, penganiayaan yang menyebabkan seseorang meninggal dunia. Soal isi dari pledoi, sementara waktu belum bisa kami jelaskan hari ini,” tukasnya, saat ditemui usai keluar dari ruang sidang PN Kepanjen.(gan, ris)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

2 Comments:

  1. yuk teman teman yang hobby main game
    mari bergabung bersama kami
    di game penghasil duit dan banyak hadiah menanti anda
    buktikan sendiri y


    wwww.vodkapoker,site

    BalasHapus
  2. yuk teman teman yang hobby main game
    mari bergabung bersama kami
    di game penghasil duit dan banyak hadiah menanti anda
    buktikan sendiri y


    wwww.vodkapoker,site

    BalasHapus

Posting Komentar