sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Info Pasar

Pernak Pernik

Seni Budaya dan Hiburan

» » Kadispenau Hadiri A Moment Reflection, Perayaan 70 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia - India

Kadispenau foto bersama para nara sumber.

New Delhi, Laras Post - Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI Fajar Adriyanto, M.Si (Han) mengatakan, pesawat Dakota VT- CLA milik Biju Patnaik yang berada di Pangkalan Udara Maguwo dalam misi membantu Indonesia di masa perang  kemerdekaan juga digunakan untuk melatih pilot-pilot AURI, Adisutjipto, Abdulrachman Saleh dan Iswahjudi dan langsung diawasi Biju Patnaik sendiri. 

Selama dua minggu berlatih, para pilot ini akhirnya mampu menerbangkan pesawat Dakota sendiri.

Hal ini dikatakannya pada acara "Talk Show," Perayaan 70 Tahun Hubungan Diplomatik antara negara Indonesia dengan India, "A Moment Reflection" di Nehru Memorial Museum and Library, Selasa (25/2/2020).

Selain itu dikatakannya, bahwa melalui Biju Patnaiklah pemerintah India membantu perjuangan Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaannya. Saat tiba pertama kali di Indonesia, Biju Patnaik landing di Pangkalan Udara Maguwo (saat ini. Lanud Adisutjipto) yang saat itu disambut oleh Kepala Staf Angkatan Udara  Komodor Udara Soeryadi Suryadarma, dan kemudian menghadap Presiden RI Ir. Soekarno dengan membawa pesan dari Jawaharlal Nehru. Sejak itulah Biju Patnaik secara berlanjut membantu perjuangan Indonesia dengan menggunakan pesawat Dakota miliknya.


Pesawat Dakota miliknya jugalah yang ditembak pesawat Kiity Hawk Belànda saat akan landing di Pangkalan Udara Maguwo, padahal pesawat tersebut sedang melaksanakan misi sosial yaitu membawa bantuan obat-obatan dari Palang Merah Malaya untuk Palang Merah Indonesia. 

Pesawat Dakota yang dipiloti Alexander Noel Contantine, co-pilot Roy Hazellhurst akhirnya jatuh di Desa Ngoto Bantul sebelah selatan Jogjakarta.

"Adapun tiga tokoh AURI, Adisutjipto, Abdulrachman Saleh dan Adi Sumarmo yang berada di pesawat itu ikut gugur pada peristiwa tersebut," tambahnya.

Usai acara talk show, mahasiswa India yang hadir pada acara tersebut melakukan dialog dengan Kadispenau mengenai hubungan Biju Patnaik dengan Angkatan Udara Indonesia.

Pada Perayaan 70 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia dan India tersebut, narasumber lainnya pada "Talk Show" adalah Dubes Sudàrshan Bhutani, Prof. Dr. Meutua Hatta, Prof. S.D. Muni,  Dubes Rizali W. Indrakesuma, Ambasador Navreka Sharma, Prof. Iwan Pranoto dan Prof. Baladash Goshal.   

Acara tersebut juga diramaikan dengan pameran foto foto bersejarah tentang  Jawaharlal Nehru, hubungan bilateral antara Indonesia dengan India, serta foto pesawat Dakota Biju Patnaik yang pernah digunakan untuk membantu perjuangan  Indonesia pada Agresi Belanda I. 

Bersama Prof. DR. Meutia Hatta,  Kadispenau yang didampingi Kasubdis Jarah Dispenau Kolonel Sus Maylina Saragih dan Kamuspusdirla Kolonel Sus Dede Nasrudin mengunjungi Nehru Memorial Museum and Library New Delhi.(sg/penau)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

2 Comments:

  1. yuk teman teman yang hobby main game
    mari bergabung bersama kami
    di game penghasil duit dan banyak hadiah menanti anda
    buktikan sendiri y


    wwww.vodkapoker,site

    BalasHapus
  2. yuk teman teman yang hobby main game
    mari bergabung bersama kami
    di game penghasil duit dan banyak hadiah menanti anda
    buktikan sendiri y


    wwww.vodkapoker,site

    BalasHapus

Posting Komentar