sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Info Pasar

Pernak Pernik

Seni Budaya dan Hiburan

» » Oknum Kades Diduga Jadi Dalang Aksi Perampokan Lintas Kabupaten di Provinsi Sumsel

Petugas sesaat setelah menangkap salah satu tersangka perampokan.
Oku, Sumsel, Laras Post -  Oknum Kepala Desa (Kades) berinisial El (47) diringkus polisi diduga menjadi dalang dalam perampokan sadis yang beraksi di beberapa lokasi lintas kabupaten Provinsi Sumatra Selatan.

Kasus ini terungkap berawal dari penyelidikan pihak tim polres Oku Timur bersama Jantanras Polda SumSel. 

Dalam penyelidikan itu, polisi berhasil menangkap pelaku perampokan inisial Ag (28) dan Ma. 
Keduanya ditangkap di lokasi berbeda, Ag yang merupakan warga Desa Melati Agung, Kecamatan Semendawai Timur di tangkap di kawasan Bekasi pada Senin (10/02/2020). 

Sementara Ma warga Desa Cahya Tani Kuta Pandan Dusun 03/RT 006, Kecamatan Lempuing Kabupaten OKI (Ogan Kemoring Ilir) ditangkap di Desa Pelawi (Daerah pegunungan) wilayah Oku (Ogan Kemering Ulu) Selatan. Saat ditangkap keduanya dihadiahi timah panas di bagian kakinya karena mencoba melawan petugas. 

Selajutnya, pada Minggu (16/02/2020) sekira pukul 02.00 wib,oknum kades El berhasil ditangkap di kediamannya, karena diduga berperan mendalangi perampokan serta ikut menjual dan menikmati hasil dari perampokan di sejumlah lokasi di Kabupaten Oku Timur. 

Kapolres Oku Timur AKBP Erlin Tang Jaya SH, Sik didampingi kasat Reskrim AKP M Ikang Ade Putra dan kasubag Humas Iptu Yuli mengatakan, komplotan perampok sadis ini didalangi oknum kades, terdiri dari sejumlah kelompok anggota komplotan lainnya.

Sebelum melakukan penangkapan terhadap ketiga pelaku tersebut, polisi sudah menangkap duluan komplotan perampok yang saat ini masih menjalani hukuman di antaranya, Mi, Ek, RI, Ar, Gu dan Ba. Mereka terlibat perampokan terhadap Toke kopi di kota Pagar Alam.
"Sementara komplotan perampok lainnya, Ag, TM, Nr, Si, At, Ki, Yw, so, Ae, hingga saat ini masih DPO," ungkap Kapolres saat menggelar jumapa pers tiga tersangka perampokan sadis tersebut, Selasa(18/02/2020).

Kapolres menyebutkan, komplotan ini terlibat beberapa aksi kejahatan di wilayah hukum Polres Oku Timur. Diantaranya, satu, terhadap korban H. Bustan (54) warga Desa Tanjung Kukuh RT 04/RW 02, Kecamatan Semendawai Barat, dimana dalam peristiwa yang sempat menghebohkan masyarakat Oku Timur itu, korban dirugikan uang sebesar Rp 100 juta dan perhiasan emas senilai 100 suku.

Peristiwa terjadi pada 29 November 2016 sekira pukul 03.00 wib tercatat dengan laporan LP-B/28/XI/2016/OKUT/CMPK.TGL 29 November 2016. 

Kedua terhadap korban Baniah (26) warga Desa Tegal Sari RT 01/RW 03, Kecamatan Belitang dua pada hari Selasa 13 Oktober 2015 sekira pukul 02.00 wib.Korban dirugikan uang sebesar Rp 15 juta dan perhiasan Emas senilai 5 Suku.Terlapor pada LP-B/12/X/2015/OKUT/BLT 11.TGL 13 Oktober 2015.

Ketiga terhadap korban Soleh Hadi alias Sule (42) warga Desa Karang Menjangan, kecamatan Semendawai Timur. Korban dirugikan uang sebesar Rp 30 juta dan satu unit kendaraan roda dua (Motor) jenis Mega Pro serta Barang-barang berharga lainnya, tercantum dalam laporan LP-B/12/VI/2015/SUMSEL/OKUT/SEK.SS 111.TGL 30 Juni 2015. 

Keempat terhadap korban Tarudin (56) warga Desa Melati Jaya,kecamatan Semendawai Timur pada Rabu 27 Agustus 2014 sekira pukul 03.00 wib. Korban dirugikan uang sebesar Rp 47 juta serta satu unit kendaraan bermotor.

Kelima terhadap korban Suwendi warga Desa Karang Menjangan, Kecamatan Semendawai Timur pada 17 Februari 2016 sekira pukul 03.00 wib. Korban dirugikan satu unit kendaraan bermotor jenis Vixion,sesuai laporan korban tercatat LP-B/03/11/2016/SUMSEL/OKUT/SEK.SS 111 .TGL17 Februari 2016.

Terpisah, menangapi masalah oknum kades jadi dalang perampokan itu, Bupati Oku Timur, HM. Kholid Mawardi menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hukum. Ia meminta penegak hukum memproses oknum Kades yang ditangkap tersebut sesuai aturan hukum. “Tidak ada toleransi bagi siapa pun termasuk kades yang melangar hukum,” ujarnya.

Bupati juga menegaskan, perampokan merupakan tindak pidana yang harus diproses hukum. “Nanti jika setatusnya sudah jelas, kita angkat PJS kades,” tandas Bupati. (Aliwardana)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda