sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Info Pasar

Pernak Pernik

Seni Budaya dan Hiburan

» » Polsek Bukateja Amankan Pelaku Pencurian di Pondok Pesantren

Wakapolres PurbaIingga Kompol Widodo Ponco Susanto saat memimpin konferensi pers, Kamis (6/02). 
Purbalingga, Laras Post - Unit Reskrim Polsek Bukateja Polres Purbalingga berhasil mengungkap kasus pencurian yang terjadi di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Nuurul Quran Bukateja. Pelaku pencurian berhasil diamankan berikut barang bukti hasil pencurian.

Wakapolres PurbaIingga Kompol Widodo Ponco Susanto saat memimpin konferensi pers, Kamis (6/2/2020) mengatakan tersangka yang diamankan berinisial MWM (20) warga Desa Kembangan, Kecamatan Bukateja, PurbaIingga. Tersangka melakukan aksi pencurian amplifier dan sound sistem di pondok pesantren pada Minggu (22/12/2019).

"Tersangka melakukan aksinya saat ia menjadi santri kalong yaitu mengaji pada malam hari di pondok pesantren tersebut. Melihat ada barang berupa amplifier dan sound sistem kemudian ia mengambilnya," ucap Widodo.


Disampaikan Widodo, tersangka mengambil barang curian yang diletakkan di gudang komplek pondok pesantren. Kemudian membawanya keluar dari lingkungan ponpes dengan cara dipanggul. Aksi tersangka dilakukan sekitar pukul 03.30 WIB.

"Akibatnya pencurian yang dilakukan tersangka, pihak pondok pesantren mengalami kerugian sebesar Rp. 12 juta. Pengurus pondok pesantren kemudian melaporkan kejadian ke Polsek Bukateja," jelasnya.

Berdasarkan laporan kejadian pencurian, kemudian Unit Reskrim Polsek Bukateja melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan didapati informasi bahwa ada seseorang menjual barang di media sosial Facebook. Barang yang dijual identik dengan amplifier dan sound sistem milik ponpes yang hilang.


"Berbekal informasi tersebut serta kerja sama dengan pihak ponpes akhirnya pelaku pencurian berhasil diketahui. Kemudian tersangka diamankan berikut barang bukti hasil pencurian di rumahnya," jelas Widodo.

Berdasarkan keterangan tersangka, ia berniat menggunakan barang curian tersebut untuk disewakan. Tersangka sempat menyewakan sound sistem dan amplifier kepada tetangganya sebesar Rp. 200 ribu. Namun karena tidak ada lagi yang menyewa kemudian barang tersebut ditawarkan tersangka melalui media sosial untuk dijual.

"Tersangka sudah kita amankan dan kepadanya dikenakan pasal 363 ayat (1) Ke-3 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara," pungkasnya. (Agus P)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda