sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Info Pasar

Pernak Pernik

Seni Budaya dan Hiburan

» » Tokoh Agama dan Ormas Tegaskan Masyarakat Bogor Utara Hargai Perbedaan


Bogor, Laras Post - Dinamika cara berpikir kelompok masyarakat yang selalu menumbuhkan kebencian kepada pihak lain di latarbelakangi oleh terbatasnya wawasan keagamaan dan pergaulan dengan para Kiayi sepuh yang arif dan bijaksana dalam memandang persoalan bangsa. 

Kiayi Ahmad Suhadi, ketua Forum Kebangsaan Bogor Raya (FKBR) menilai warga Bogor saat ini baik-baik saja, khusunya kecamatan Kemang. 

"Masyarakat di sini (kecamatan Kemang) hidup rukun dan saling menghargai dalam perbedaan, baik kepada yang beda agama dan beda keyakinan," ujar Kiayi Suhadi. 

Kyai Suhadi menjelaskan, saat ini masyarakat Kemang dan Bogor pada umumnya lebih terbuka, mereka tidak mempedulikan lagi isu-isu agama yang menyebabkan benturan. 

"Umumnya masyarakat Kemang ingin lebih kepada aksi nyata untuk membangun kehidupan yang lebih baik, karena kesejahteraan dan kerukunan itu yang diharapkan oleh masyarakat untuk kemajuan bangsa," ujarnya. 

Ketua FKBR menanggapi keberadaan Ahmadiyah di wilayah Bogor Utara. Dia mengungkapkan, Ahmadiyah dengan masyarakat sekitar hidup rukun saling berdampingan. 

"Bahkan keberadaan Ahmadiyah yang ada di Bogor Utara, khususnya Kemang, hidup rukun dengan warga sekitar. Mereka bisa saling berdampingan," tegasnya. 

Hal senada juga disampaikan oleh Dominik M. Tuba, warga desa Pabuaran, Kecamatan Kemang. Aktivis Gereja ini menyatakan bahwa suasana Kemang saat ini damai dan tentram. Karakter masyarakat Kemang tidak mudah terprovokasi. 

"Pada umumnya, karakter masyarakat Kemang tidak mudah teprovokasi sebab kita ingin hidup damai dan cinta keragaman," ungkap Dominik. 

Selanjutnya Ustadz Miftahudin, pengasuh Pondok Pesantren Riyadlul Ibtida menyikapi keberadaan Ahmadiyah. Dia menganggap Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri yang dikeluarkan pemerintah sudah cukup menjadi acuan untuk menjaga ketertiban.

"Sebenarnya dengan SKB 3 Menteri sudah cukup untuk memberikan ketertiban bagi kedua belah pihak antara pihak Ahmadiyah dan masyarakat yang bukan Ahmadiyah," tutur Ustadz Miftah. 

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdhlatul Ulama (NU) Kecamatan Kemang ini menyatakan bahwa bagi tokoh agama yang notabene sebagai pengayom masyarakat sebaiknya harus lebih fokus pada pembinaan kepada jamaahnya tanpa harus memprovokasi kebencian kepada pihak lain.

"Kondisi saat ini masih banyak problem tekait keumatan, baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, bahkan rasa aman. Sudahlah masyarakat jangan dibentur-benturkan dalam pusaran konflik kepentingan. Agama sebagai spirit moral dan sumber peradaban jangan dijadikan kendaraan untuk mencari popularitas dan kepentingan politik. Memang tidak ada cara lain untuk berkompetisi secara fair dan lebih produktif?" tegasnya. 

Asep Mulyadi, Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Kemang dan Ketua Aliansi Ormas Kecamatan Kemang menegaskan bahwa SKB 3 Menteri bukan alat pemerintah untuk mengintervensi keyakinan seseorang. 

"SKB 3 Menteri bukanlah intervensi atau larangan dari pemerintah terhadap keyakinan seseorang, melainkan upaya pemerintah untuk menjaga dan memupuk ketentraman beragama dan ketertiban kehidupan bermasyarakat diatur oleh undang-undang, makanya saya menghimbau bsemua elemen masyarakat harus mempelajari isi dari SKB tsb" ujar Asep. 

Ustadz Gozawi, Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Ciseeng, Menyoroti persoalan di kabupaten Bogor saya kira sekarang aman-aman saja, masyarakat sudah cerdas, tidak akan mau di provokasi, insya Allah kita akan terus pertahankan hidup rukun aman damai antar sesama. Dan khusus mengenai deradikalisasi adalah masalah kita bersama, tidak bisa hanya diselesaikan oleh NU saja harus semua bergerak. 
Selama kelompok-kelompok yang tidak merongrong NKRI dan merawat semboyan Bhineka Tunggal Ika maka selayaknya kita harus bersatu dan menjaga ukhuwah insaniyah dan ukhuwah wathoniyah," kata Ustadz Ghozawi. 

Dia juga berkomitmen untuk mendukung pemerintah dalam melawan segala faham yang bertentangan dengan nilai-nilai kebhinekaan. 

"Kami semua akan mendukung penuh Pemerintah dan Aparatur Negara dalam melawan segala bentuk paham takfiri, intoleran, radikalisme dan terorisme," tegasnya.(vid)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda