sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Info Pasar

Pernak Pernik

Seni Budaya dan Hiburan

» » Ayu: Kearifan Nusantara Tangkal Radikalisme

Sastrawati Ayu Utami ketika menjadi pembicara dalam acara bincang seni dan budaya dengan tema 'Tangkal Radikalisme Melalui Sastra dan Budaya di Teater Utan Kayu Jakarta, Sabtu (29/02).
Jakarta, Laras Post - Sastrawati Ayu Utami mengatakan ancaman saat ini bukan dari pemerintah namun dari civil society yang mengatasnamakan agama. 

Dulu, sambung Ayu, Indonesia bangsa yang sangat toleran dan bisa mengolah intoleran dengan damai. Namun saat ini seperti kehilangan cara untuk menangkal radikalisme

Oleh sebab itu, Ayu Utami mengajak masyarakat untuk menggunakan kearifan nusantara untuk menangkal radikalisme yang selalu mengatasnamakan agama tertentu.

Hal tersebut terungkap dalam bincang seni dan budaya dengan tema 'Tangkal Radikalisme Melalui Sastra dan Budaya di Teater Utan Kayu Jakarta, Sabtu (29/2/2020).


Ayu mengatakan, berdasarkan risetnya penyatuan pertentangan tanpa mengubah pertentangan sama dengan DNA Nusantara. Dengan begitu, Kearifan Nusantara dapat menjadi kekuatan Indonesia untuk dapat menangkal ancaman radikalisme yang selalu mengatasnamakan agama dengan kelompok tertentu.

"Menggali kearifan nusantara dengan mencari batin nusantara dapat mempersatukan pertentangan tanpa mengubah pertentangan," ujar Ayu.

Menurutnya, konsep 'Rasa' dengan melakukan 'Jihad Rasa' dapat menjadi solusi bagi masyarakat untuk dapat secara bersama–sama melawan radikalisme yang menjadi keprihatinan bangsa Indonesia saat ini. 

Sementara, Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Restu Gunawan mengatakan, kebudayaan merupakan kekuatan yang memiliki pengaruh besar sehingga dapat digunakan untuk menangkal radikalisme di Indonesia.


"Berdasarkan data tahun 2018 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sekitar 34 juta pelajar mengakses konten negatif di media sosial termasuk konten tentang radikalisme," tandas Restu.

Dengan begitu, urainya, pentingnya kebudayaan menjadi salah satu solusi untuk dapat menangkal radikalisme yang mengatasnamakan agama agar Indonesia tetap kuat dengan keanekaragaman yang ada.

"Kekuatan budaya Indonesia terdiri dari 4521 tradisi lisan, 7444 pemgetahuan tradisional, 8224 bentuk kesenian, 21406 institusi budaya, dan 19113 infrastuktur budaya," terang Restu. (Tim)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

2 Comments:

  1. yuk teman teman yang hobby main game
    mari bergabung bersama kami
    di game penghasil duit dan banyak hadiah menanti anda
    buktikan sendiri y


    wwww.vodkapoker,site

    BalasHapus
  2. yuk teman teman yang hobby main game
    mari bergabung bersama kami
    di game penghasil duit dan banyak hadiah menanti anda
    buktikan sendiri y


    wwww.vodkapoker,site

    BalasHapus

Posting Komentar