sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Info Pasar

Pernak Pernik

Seni Budaya dan Hiburan

» » Dana BOS Naik, Tahun ini Guru Honorer Peroleh Insentif Rp10 M dari APBD KBB

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat (KBB), Drs. H. Imam Santoso M.R., M.Pd.

Bandung Barat, Laras Post - Berdasarkan Permendikbud No. 8 Tahun 2020, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) langsung dicairkan ke rekening sekolah, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya dimana penyaluran dana BOS melalui Disdik Provinsi dahulu kemudian baru masuk ke rekening daerah dan ke rekening Kepala Sekolah. 

Tahun ini ada penambahan besaran dana BOS, dimana yang sebelumnya untuk Sekolah Dasar (SD) sebesar 800 ribu rupiah persiswa pertahun menjadi 900 ribu rupiah persiswa pertahun. Untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari 1 juta rupiah persiswa pertahun menjadi 1,1 juta rupiah persiswa pertahun. 

Kemudian yang ketiga, pada tahun sebelumnya alokasi dana BOS untuk guru honorer dibatasi hanya 15%, tahun ini bisa sampai 50%. Karena itu gaji guru honorer bisa dinaikkan.

Di sisi lain, Permendikbud Nomor 8/2020 mengamanatkan guru honorer wajib memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) dan tercatat pada data pokok pendidik (Dapodik) per Desember 2019. 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat (KBB), Drs. H. Imam Santoso M.R., M.Pd., mengatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan pendataan dan validasi data tenaga pendidik dan kependidikan di wilayahnya. Jika tahun ini Permen mulai dijalankan, persoalan yang dihadapi ialah akan banyak honorer yang terancam tak dapat honor dari BOS. 

Imam mengaku ada sekitar 904 guru honorer yang belum memiliki NUPTK. “Jumlah guru honorer yang belum mempunyai NUPTK pada SD dan SMP Negeri sebanyak 429 orang dan guru honorer SD dan SMP Swasta berjumlah 474 orang,” kata Drs. H. Imam Santoso M.R., M.Pd., Kepala Dinas Pendidikan KBB kepada Laras Post secara tertulis baru-baru ini. 

Menurutnya, penerbitan NUPTK merupakan ranah kementerian dengan salah satu syarat harus mempunyai masa kerja paling sedikit 2 tahun.

Lebih lanjut, Kepala Bidang Bina Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (BPTK) Dinas Pendidikan (Disdik) KBB Rustiyana, memperbaharui informasinya kepada Laras Post via WA. Ia mengakui bahwa Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelontorkan bantuan insentif guru honor sebesar Rp 10 miliar untuk tahun 2020. 

“Data tahun kemarin sebanyak 6554 guru honorer termasuk tenaga administrasi sekolah,” kata Rustiyana.

Sebelumnya, dia mengatakan  Data Pokok Pendidikan (Dapodik) mencatat guru honorer tingkat SD dan SMP di KBB berjumlah 6.400 orang. Sementara guru TK sebanyak 582 orang dan PAUD 1.894 orang.  

“Kalau di KBB, kita baru mampu Rp 1,5 jt/tahun. Jadi perbulan masih  Rp 125.000,00. Kalau dikalikan banyaknya honorer di kisaran Rp 10 M idealnya 1,5 perbulan. Tapi dari mana uangnya? Berarti harus menyediakan Rp 120 M/tahun,” papar Rustiyana.

Baik Imam maupun Rustiyana mengaku bahwa  Pemerintah KBB tidak pernah merekrut guru honorer. Honorer yang selama ini ada diangkat dengan SK Kepala Sekolah. 

“Karena kalau kita mengangkat tentunya kan harus ada kita gaji perbulan. Dengan SK Kepala Sekolah, honorer hanya di biayai atau digaji dari dana BOS,” ujar Rustiyana. (desmanjon)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

2 Comments:

  1. yuk teman teman yang hobby main game
    mari bergabung bersama kami
    di game penghasil duit dan banyak hadiah menanti anda
    buktikan sendiri y


    wwww.vodkapoker,site

    BalasHapus
  2. yuk teman teman yang hobby main game
    mari bergabung bersama kami
    di game penghasil duit dan banyak hadiah menanti anda
    buktikan sendiri y


    wwww.vodkapoker,site

    BalasHapus

Posting Komentar