sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Info Pasar

Pernak Pernik

Seni Budaya dan Hiburan

» » Jelang Ramadhan dan Idul Fitri 2020, Kemendag Jaga Stabilisasi Harga Bapok

Mendag Agus Suparmanto saat menghadiri pembukaan Rakernas Kemendag di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/3/2020).

Jakarta, Laras Post - Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menegaskan komitmen jajaran pemerintah, terutama Kementerian Perdagangan, untuk siap mengawal harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok (bapok) menjelang bulan puasa dan Lebaran 2020. Hal ini guna mengantisipasi kenaikan permintaan masyarakat terhadap bapok.

Hal tersebut disampaikan Mendag usai menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Puasa dan Lebaran di Hotel Borobudur, Jakarta (Selasa (3/3/2020). 

”Beberapa minggu lagi kita akan menghadapi bulan puasa dan Lebaran yang biasanya terjadi peningkatan permintaan masyarakat, terutama bapok, yang dapat berdampak pada kenaikan harga. Untuk itu, kita perlu mengantisipasi kondisi tersebut sejak jauh-jauh hari agar masyarakat dapat menja/ankan ibadah dengan tenang, tanpa terbebani naiknya harga pangan atau kelangkaan barang,” ujar Mendag. 

Rakornas ini, lanjut Mendag, merupakan langkah pemerintah mengidentifikasi kesiapan kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, dan pelaku usaha dalam menjaga stabilitas harga bapok menjelang bulan puasa dan Lebaran. Melalui rapat ini juga diidentifikasi kecukupan stok bapok di daerah-daerah. 

Setelah Rakornas, selanjutnya akan dilaksanakan rapat koordinasi ke daerah-daerah (rakorda) dan pemantauan langsung ke pasar rakyat, ritel modern, gudang Bulog, dan distributor di 34 provinsi. Program tersebut akan dilaksanakan pada minggu ke-2 bulan Maret hingga minggu ke-2 bulan April 2020. Kemendag akan menurunkan Tim Penetrasi Pasar ke 205 pasar pantauan di 82 kabupaten/kota untuk mengawal kelancaran dan kecukupan stok/pasokan bapok di pasar rakyat. 

Mendag menjelaskan, apabila ada potensi kekurangan pasokan, maka tim akan bekerja sama dengan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, perum Bulog, satgas pangan, serta para pelaku usaha barang kebutuhan pokok untuk segera melakukan suplai Iangsung kepada para pedagang yang ada di pasar. 

Mendag menekankan, agar pasokan dan harga bapok tetap terkendali seperti tahun-tahun sebelumnya, diperlukan sinergi Iangkah dan upaya pemerintah pusat bersama pemerintah daerah, beserta pelaku usaha pangan. 

"Saya mengapresiasi kerja sama dan koordinasi kita dalam mengendalikan tingkat inf/asi kelompok bahan makanan dalam tiga tahun terakhir. Inflasi dapat terkendali di bawah 5 persen, di tengah kondisi cuaca ekstrem yang cukup mengganggu kelancaran produksi dan distribusi pangan khususnya tahun 2019 lalu, " kata Mendag Agus. 

Antisipasi Bahaya Corona

Terkait  dengan  penanganan penyebaran  virus  Corona,  Mendag  menegaskan  Kemendag  juga  telah menerbitkan  Permendag  No. 10  Tahun  2020  tentang  Larangan  Impor  Sementara  Binatang  Hidup dari  Tiongkok guna meminimalisasi  penyebaran  covid-19  melalui  kegiatan  importasi.  Pemerintah menetapkan  pelarangan  impor  jenis  binatang  hidup  yang  berasal  dari  Tiongkok  atau  transit  di Tiongkok  ke  dalam  wilayah  Indonesia. Namun  pelarangan  tersebut  sifatnya  sementara  sampai wabah Covid-19  mereda.

“Pemerintah  menyadari  antisipasi  dampak penyebaran  virus  Covid-19  ini  merupakan  tanggung jawab kita bersama yang  memerlukan sinergi  dan  kerja  sama dari berbagai  pihak, baik pemerintah, pelaku  usaha terkait  bapok,  maupun  masyarakat.  

Untuk  itu,  Mendag mengatakan, pemerintah  mengajak masyarakat  tetap  tenang,  tidak  perlu  belanja  berlebihan,  dan selalu menjaga kesehatan.

Pada  kesempatan  tersebut,  Mendag  berpesan  kepada  para  pemerintah  daerah  untuk  memantau perkembangan  harga  dan  pasokan  bapok  secara  intensif  dalam  rangka  memonitor  indikasi kelangkaan  barang  dan  dapat  melakukan  langkah  antisipasi  dengan  cepat.

Selain  itu,  pemerintah  daerah  juga  diminta  untuk  memetakan  jalur/rantai  distribusi  bapok  di wilayah  masing-masing  untuk  menjaga  kelancaran  distribusi,  mengidentifikasi  jumlah  stok  bapok dan  ketahanan  pangan,  serta  membantu  kelancaran  pelaksanaan  Rakorda  dan  penetrasi  pasar menjelang  puasa  dan  Lebaran. 

"Upaya-upaya  tersebut  kita  lakukan  sebagai  bentuk  kehadiran  pemerintah  di  tengah  masyarakat dalam  menjaga  kecukupan  stok  dan  pasokan  bapok  di  pasar.  Keberhasilan  menjaga  harga  dan pasokan  bapok  selama  ini  harus  terus  dilanjutkan,  sehingga  sinergi  dan  kerja  sama  yang  sudah terjalin  dengan  berbagai  pihak  mulai  dari  pemerintah  pusat,  pemerintah  provinsi,  pemerintah kabupaten/kota,  dan  para  pelaku  usaha  dapat  terus  ditingkatkan,”  pungkas  Mendag.(sg, wan)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

2 Comments:

  1. yuk teman teman yang hobby main game
    mari bergabung bersama kami
    di game penghasil duit dan banyak hadiah menanti anda
    buktikan sendiri y


    wwww.vodkapoker,site

    BalasHapus
  2. yuk teman teman yang hobby main game
    mari bergabung bersama kami
    di game penghasil duit dan banyak hadiah menanti anda
    buktikan sendiri y


    wwww.vodkapoker,site

    BalasHapus

Posting Komentar