sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Info Pasar

Pernak Pernik

Seni Budaya dan Hiburan

» » Kuota Dikurangi, Pupuk Subsidi di Kabupaten Pasuruan Langka

Pengurangan alokasi pupuk subsidi di Pasuruan hingga 50%.
Pasuruan, Laras Post - Kelangkaan pupuk subsidi banyak dirasakan oleh petani di sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan. 

Pengurangan alokasi pupuk subsidi hingga 50% oleh pemerintah pusat disinyalir jadi penyebabnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan Yetty Purwaningsih melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Dibyo Darminto saat dikonfirmasi mengatakan, alokasi pupuk untuk Kabupaten Pasuruan mendapatkan pengurangan hingga 50% dari ajuan sebagaimana rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK).

"Pada 2019 lalu Pemkab Pasuruan memperoleh kuota pupuk urea sebanyak 36,707 ton. Tahun ini hanya 18,902 ton,” ujarnya kepada Laras Post, Kamis (26/3/2020).

Tak hanya itu, Dibyo juga mengungkapkan penyebab susahnya petani mendapatkan pupuk pada beberapa pekan ini. Menurutnya, kemungkinan petani belum menebus pupuk yang sudah didistribusi. Sebab, pembagian pupuk ini sudah merata sesuai data.


Kan ada kelompok tani yang mengatur untuk ini, jadi mereka ya menebusnya dengan koordinir di masing-masing wilayah. Distributor pupuk pada setiap wilayah juga sudah merata,” jelasnya.

Perlu diketahui, terjadi kelangkaan pupuk urea subsidi sejak awal Januari 2020. Di beberapa wilayah bahkan sampai tidak dapat dijumpai pupuk subsidi jenis urea sama sekali.

Di antara wilayah yang terdapat kelangkaan pupuk subsidi adalah Kecamatan Gondangwetan. Bahkan, lokasi yang dulunya memiliki stok banyak, yakni Kecamatan Beji, sekarang sudah menipis. Petani pun mengeluh karena tidak bisa mendapatkan pupuk.

Petani di beberapa wilayah ada juga yang masih bisa mendapatkan setengah dari jatah yang seharusnya didapatkan. petani yang ada di Kecamatan Beji ini mengaku jatah yang seharusnya 3 kwintal, kini mendapatkan 1,5 kwintal saja.

"Memang ada pengurangan pupuk bersubsidi soalnya sekarang memang lagi langka," pungkasnya. (dul)  

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda