sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Info Pasar

Pernak Pernik

Selebrity

Seni Budaya dan Hiburan

» » Saat Pandemi Covid-19, Pengaduan Dugaan Korupsi Yayasan Pendidikan Galuh Ciamis di Polda Jabar Tetap Berjalan


Bandung, Laras Post - Pengaduan masyarakat atas dugaan korupsi dana bantuan/hibah Gubernur Jawa Barat kepada Yayasan Pendidikan Galuh Cia¬mis (YPGC) kepada Polda Jabar akan diproses sebagaimana mestinya. 

Praktisi hukum sekaligus Penasihat Jurnalis Hukum Bandung (JHB), D.B.G Sukmana, S.H., M.H. menjamin bahwa proses penanganan laporan dugaan korupsi kepada aparat penegak hukum akan berjalan sebagaimana mestinya walaupun saat ini negara didera pamdemi Covid-19. 

“Saya yakin, tidak ada istilah perlambatan dalam penanganan pengaduan dugaan tindak pidana korupsi. Upaya penanganan terhadap laporan tindak pidana korupsi harus terus berjalan,” papar Sukmana via ponselnya, kepada Laras Post, Kamis (26/03/2020). 

Ia menjelaskan, pengaduan masyarakat tersebut perlu ditindaklajuti secara profesional oleh polisi sebab tindak pidana korupsi merupakan extra ordinary crime.

Dalam tahap awal, tindak penyelidikan merupakan usaha mencari dan menemukan jejak berupa keterangan dan bukti-bukti suatu peristiwa yang diduga merupakan tindak pidana. 

“Dalam lidik, polisi melakukan penerimaan laporan atau pengaduan dari seorang tentang adanya tindak pidana,  mencari keterangan serta mengumpulkan bukti,” tegas Sukmana.

Selanjutnya, dengan barang bukti diharapkan dapat membantu terang tindak pidana yang terjadi dan bertujuan menemukan tersangkanya (pasal 1 angka 2 KUHAP). Sukmana menegaskan kembali bahwa tidak ada kebijakan negara c.q pemerintah, karena pandemic Covid-19 kasus-kasus penanganan korupsi ditunda juga. 

“Dalam tindak pidana korupsi, jika sudah ada bukti permulaan yang cukup, sebaiknya langsung ditahan saja!,” tegas Sukmana.

Sebelumnya, Laras Post menerima informasi bahwa Polda Jabar sudah memanggil pengadu/pelapor dugaan korupsi di Unigal guna melakukan interview dan pengumpulan data-data. Polisi tengah bergerak untuk mengumpulkan bukti dan keterangan atas pengaduan atas dugaan korupsi YPGC. 

“Yayasan Penddidikan Galuh Ciamis yang mengelola Universitas Galuh Ciamis diduga kuat mengorupsi bantuan dana hibah Gubernur Jabar tahun 2015 senilai Rp 4,3 miliar, dan tahun 2017 senilai Rp 2 miliar,” kata sumber yang tidak ingin disebut namanya, ketika ditemui di Kota Cimahi beberapa waktu lalu.

Menurut sumber itu, penggunaan bantuan dana hibah gubernur yang diklaim untuk  pembangunan sarana dan prasarana di kampus Unigal, perlu diaudit. 

“Secara kesat mata dapat dilihat seperti biaya pembangunan gerbang yang mencapai hampir Rp 800 juta. Padahal kontraktor lainnya sanggup membangun gerbang seperti itu senilai Rp 200 juta. Diduga, pembangunan gerbang telah  dimark up sekitar Rp 600 juta,” ungkap sumber.

Contoh lain menurut sumber, pada tahun 2015, harga lantai heible yang sampai Rp 3,3 juta/m3 itu mahal sekali.  “Pada saat itu lantai heible dengan harga Rp 2 juta saja udah paling mahal. Belum lagi harga cat tembok dulux bila kita cari harga di internet jelas sekali di mark up,” ujar sumber. (desmanjon)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda