sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Info Pasar

Pernak Pernik

Seni Budaya dan Hiburan

» » Kapasitas Indonesia Produksi APD Penanganan Covid-19 Dipastikan cukup

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid–19 Wiku Adisasmito
Jakarta, Laras Post – Kemampuan dan kapasitas di dalam negeri untuk memproduksi Alat Pelindung Diri (APD) dalam penanganan Covid–19 dipastikan tercukupi. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid – 19 bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memproduksi APD terstandar.

“Untuk menentukan standar dan pemenuhan APD, Gugus Tugas telah bekerja sama dengan WHO Indonesia, Kemenkes, Kemenperin, Asosiasi Pertekstilan, Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia, Perhimpunan Pengendalian Infeksi Indonesia dan ahli teknik kimia ITB,” kata Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid–19 Wiku Adisasmito, Sabtu (4/4/2020) di Jakarta.

Ia menambahkan bahwa APD, khususnya gaun, dalam negeri selama ini tergantung dari impor dan jumlah terbatas untuk kebutuan Indonesia. Seputar bahan APD gaun selama ini hanya digunakan sekali pakai.

Dalam keterangan pers, WIku menyatakan bahwa bangsa Indonesia memiliki inovasi bahan baku alternative yang sudah tersedia.

“Kami telah menemukan bahwa bahan baku pengganti yang sesuai dengan standar WHO cukup melimpah di Indonesia. Bahan baku tersebut di produksi oleh industri tekstil dalam negeri,” tambah Wiku yang juga Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

Bahan baku pengganti itu yaitu polyurethane dan polyester yang bisa digunakan berulang dengan proses pencucian secara benar. Bahan tersebut dapat digunakan juga untuk pembuatan tipe baju gaun medis. “Pertama, jenis gaun terusan. Kedua, jenis jumpsuit coverall,” ujar Wiku.

Terkait dengan kapasitas produksi APD Nasional, ada sekitar 1,7 juta per bulan dengan bahan baku pengganti tersebut. Di samping itu, produksi APD saat ini didukung oleh paling sedikit 31 perusahaan tekstil dan 2.900 industri garmen nasional.

Sementara itu, aturan perizinan produksi telah direlaksasi dan disepakati oleh Kementerian Perindustrian, Kementerian Kesehatan dan Badan Koordinasi Penanaman Modal. Seluruh produksi nantinya dipastikan untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri sehingga seluruh tenaga medis dapat terlindungi demi keselamatan dan keamanan mereka.

Pada kesempatan itu, Prof. Wiku menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak kepada tenaga medis, aparat pemerintah, TNI, Polri, sukarelawan dan media dalam penanganan Coronavirus disease 2019 atau Covid – 19 di Indonesia.

Selanjutnya, ia mengajak masyarakat untuk bersatu melawan melawan Covid – 19. Ia pun juga berpesan untuk disiplin secara kolektif untuk menerapkan jaga jarak, jangan berdekatan, jangan berkerumum.

“Saling mengingatkan untuk cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Hindari menyentuh area wajah, dan menerapkan etika saat bersin dan batuk. Gunakan masker berada di keramaian,” katanya.

Wiku mengajak bergotong royong untuk melindungi diri dan sesama dari Covid – 19. (her, sg)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda