sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Info Pasar

Pernak Pernik

Seni Budaya dan Hiburan

» » PH Terdakwa Perkara Pidana 547 PN Cibinong, Dakwaan dan Tuntutan Tidak Dapat Dibuktikan JPU

Wakil Ketua PN Cibinong Sekaligus Plt Humas PN Cibinong,Darius Naftali,SH.MH

Bogor, Laras Post - Sidang Perkara Nomor : 547 /Pid.B /2019 /PN Cibinong tinggal menunggu keputusan Majelis Hakim yang menyidangkan Perkara tersebut pada 16 April 2020 mendatang. 

Sidang perkara yang diketuai Ketua PN Cibinong, Ifanudin, SH.,MH dan Anggota, sebelumnya sudah dilalui, mulai pemeriksaan terdakwa, Sidang Keterangan Saksi, Pembacaan dakwaan / tuntutan, Pembacaan Pledoi, Replik, dan Duplik pada Kamis (2/4/2020) minggu lalu. 

Sidang sidang sebelumnya, pada pembacaan  Replik diduga terkesan dipaksakan. Terdakwa ketika diwawancarai di PN cibinong, saat sidang perkara pembacaan Replik dari JPU (Jaksa Penuntut Umum), pada Senin (16/3/2020) bulan lalu mengatakan di dalam Replik JPU, tidak dapat memberikan alat bukti atas tuduhannya. “Bahwa saya telah memalsukan surat dan menjual saham (T) dan sehingga merugikan (T) 2 milyar.

Namun, dalam persidangan itu justru terungkap bahwa (T) sendiri yang telah menjual sahamnya kepada saksi (RAP). “Semua yang dituduhkan JPU kepada saya terkesan ngawur dan mengada-ada karena tidak dapat di buktikan dalam fakta persidangan,” kata terdakwa.

Lebih lanjut ia mengatakan, ini perkara pendzoliman yang merupakan salah satu motivasi (T) dan (AG) mengkriminalisasi diri melalui rekayasa hukum dan mengumbar fitnah agar dapat menguasai tanah miliknya. 

“Dari Awal saya sangat bertanya besar terhadap dakwaan yang dibuat oleh JPU yang sudah menuntut saya selama 5 tahun penjara, diduga se akan-akan tuntutan ini sudah di rencanakan sehingga JPU (Jaksa Penuntut Umum) dapat menerima kasus ini menjadi P21,” jelasnya.

“Alhamdulillah, untungnya saya masih punya bukti-bukti  selama perjalanan PT. ATK, maka nya saya bisa membuktikan apa yang dibutuhkan dalam fakta persidangan, sementara mereka tidak bisa membuktikan Tuduhannya,” ucapnya. 

Di tempat yang berbeda JPU (Jaksa Penuntut Umum), Arjuna Budi S Tambunan, SH. MH, ketika ditemui awak media, (Tim PJID) ditanya terkait Replik yang dibacakan, Arjuna mengatakan,” bahwa Pelapor, (T) mengalami kerugian Immateril,” kata Arjuna tanpa banyak memberikan komentar.

Ketua Majelis Hakim PN Cibinong, Irfanudin, SH. MH melalui Plt Humas PN Cibinong, Darius Naftali, SH. MH saat ditemui awak media seusai sidang Duplik yang dibacakan Penasehat Hukum bahwa terdakwa, mengatakan, itulah proses di pengadilan. 

“Dan itu adalah hak dari terdakwa untuk membantah semua dakwaan dari penuntut umum dan merupakan kewajiban penuntut umum untuk membuktikan apa yang dia dakwakan melalui saksi yang dia ajukan dan alat bukti lain yang dia ajukan,” terang Darius.

Untuk saat ini, karena sudah penundaannya adalah untuk putusan, berarti tinggal tugas majelis hakim untuk mempertimbangkan bagaimana pembuktian yang diajukan oleh penuntut umum maupun oleh Penasehat Hukum dari terdakwa.  Jadi, dakwaannya harus dibuktikan dari penuntut umum dan bantahannya juga harus dibuktikan dari Penasehat Hukum terdakwa, sehingga jadilah keputusan. 

Soal kemudian para pihak dari penuntut umum atau pihak penasehat hukum terdakwa puas atau tidak, ada upaya jalur hokum. “Tapi kan yang pasti pemeriksaannya saat ini sudah selesai nih, tuntutan sudah, pleidoi sudah, bahkan tanggapan-tanggapan sudah, tinggal tunggu tanggal 16 april ini untuk putusan,” paparnya. 

Di tempat  yang berbeda, Seusai sidang Duplik, pada Kamis (2/4/2020) Penasehat Hukum (PH) Terdakwa, Tjep tjep supriatna, SH mengungkapkan, dirinya heran, setelah 5 (lima) tahun laporan tersebut tidak ada kabar beritanya. 

Namun tiba tiba muncul Berita Acara P21 tahun 2019 yaitu berdasarkan Penyerahan Berkas Perkara Nomor: BP/47/VI/2015/Dit. Reskrimum tanggal, 29 Juni 2015 yang diterima kembali oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Barat tanggal 12 agustus 2019 dengan Surat Pemberitahuan Kepada Kapolda Jawa Barat dengan Nomor B. 4269/ M.24/Eku,1 /9/2019 tanggal, 12 September 2019, dimana Berkas perkara tersebut dinyatakan lengkap, yang disangka melanggar pasal 263 KUHPidana ayat (1), Ayat (2), KUHPidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana dan atau Pasal 266 KUHPidana ayat (1) KUHPidana Jo Pasal 55 ayat (1) KUHPidana Jo pasal 55 ayat (1) ke -1 KUHPidana.

“Perkara yang diawali dengan Laporan Polisi Nomor: LPB/98 /II /2015 /Jabar tanggal 02 Februari 2015 dimana Triyono Cs sebagai Pelapor dan Terdakwa sebagai terlapor tersebut baru dinyatakan P21 (lengkap) setelah bertahun-tahun di Penyidik Polda Jabar dan di Kejaksaan Negeri Cibinong,” ungkapnya. 

“kami berharap Agar Hakim Memberikan Putusan Onslag dan membebaskan klien kami dari seluruh tuntutan Jaksa, karena dalam perkara ini JPU tidak dapat menunjukkan Bukti-bukti yang mengatakan adanya perbuatan hukum yang merugikan orang lain,” kata Tjep tjep lagi.

Di tempat yang berbeda dalam investigasi wartawan, Warga Desa Bojong Koneng saat ditemui pada Senin (6/4/2020) ketika ditanya, sepengetahuan Warga siapa yang membangun dan sekaligus pemilik Curug Bidadari.

Warga memberikan penjelasan, bahwa Lahan di kawasan wisata air terjun bidadari itu adalah milik saudara Kostra, mulai pintu masuk sampai ke Objek Wisata air terjun. “Dan beliau juga yang membangun sekaligus mengelola wisata ini. Semenjak itu perekonomian warga di desa ini lebih baik dibandingkan dengan pengelola yang sekarang, dan kami berharap Pak Kostra bisa pegang lagi Tempat Wisata ini,” kata salah satu Warga.

Kemudian saat ditanya siapa yang menguasai dan mengelola objek wisata tersebut, warga menjawab, saat ini kawasan wisata air terjun termasuk tanah milik Kostra dikuasai dan dikelola oleh (T) dan (AG) beserta orang-orangnya yaitu (R) dan (D). 

“Dan itu sudah berjalan sejak tahun 2014 sampai sekarang. Selain itu, kami dengar bahwa objek wisata tersebut telah dijual kepada (JA) yang menurut informasi dibeli dari (AG),” ungkap warga yang Namanya enggan disebut. (Tim/red)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda