sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Info Pasar

Pernak Pernik

Selebrity

Seni Budaya dan Hiburan

Feature

» » Satu Minggu PSBB Tangsel, Airin Ben Gagal Pimpin Gugus Tugas

Wakil Ketua DPRD Tangsel Li Claudia Chandra.

Tangerang, Laras Post - Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Tangerang Selatan telah berjalan satu minggu. Namun upaya yang diharapkan mampu mengurangi sampai memutus rantai penyebaran COVID-19 di Kota Ini sungguh jauh panggang dari Api. 

Hal itu dikatakan Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan, Li Claudia Chandra belum lama ini di Kota Tangsel.

Claudia menyebut pada saat PSBB kegiatan masyarakat nampak masih berjalan Normal seperti tak terjadi apa apa. Titik Chek Point sebagai pintu masuk pemeriksaan dan pencegahan hanya semangat di hari pertama. "Pelaksanaan Titik Chek point dari tingkat RT dan RW tidak dijalankan sebagaimana di atur dalam Peraruran Walikota," ucapnya.

Petugas Penindakan dalam Hal ini Satpol PP seperti membiarkan pelanggaran yang terjadi.

"Saya mencatat banyak hal hal yang dilanggar tetapi masih diabaikan," trgasnya.

Claudia menerangkan beberapa hal yang menjadi perlu catatan antara lain,

1. Banyak Pintu Pintu Kecil yang menjadi Jalur keluar masuk dari dan ke Wilayah Tangerang Selatan yang belum terpantau dan belum di jadikan Titik Chek Point. Untuk itu saya meminta agar Pemerintah Kota Tangerang Selatan harus segera menutup pintu pintu kecil tersebut.

2. Sampai Hari ini masih banyak masyarakat yang abai dalam menggunakan Masker sebagai sarana pencegahan penularan, untuk itu bagian Penindakan  Satpol PP harus lebih tegas dalam pelaksanaan Perwal PSBB TANGSEL.

3. Banyak Bidang Usaha yang dilarang beroperasi selama pelaksanaan PSBB ini tetap menjalankan usahanya, untuk itu perlu tindakan tegas dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk menertibkan dan apabila masih ada pelanggaran Pemkot harus berani mencabut Ijin usaha dari mereka yang melanggar.

4. Keterbukaan informasi dan Data sebaran orang yang terpapar Covid19, Gugus Tugas Covid19 Kota Tangerang selatan jangan hanya  jadi Papan Pengumuman, badan yang hanya mengumumkan jumlah Pasien. 

5. Gugus Tugas Wajib menyampaikan Transparansi terkait Bantuan dan Sumbangan dari Masyarakat dan Swasta. Karena ini terkait kepercayaan masyarakat yang sudah dengan ikhlas memberikan bantuan jangan sampai hilang kepercayaan dan tidak mau lagi memberikan Bantuan.

6. Yang terpenting adalah masyarakat bawah yang terdampak dari adanya PSBB ini, selama 1 minggu ini bantuan yang di janjikan dari  Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk masyarakat yang terdampak masih belum diterima oleh masyarakat.

7. Kami di DPRD Telah membentuk SATGASDA LAWAN COVID-19, kami bentuk ini bertujuan membantu Pemkot dalam menangani Penyebaran Covid19. Fokus kami adalah membantu Rumah Sakit dan Puskesmas di Kota Tangerang Selatan dalam pemenuhan ALAT PELINDUNG DIRI (APD). Dan itu sudah kami laksanakan penyerahan APD tersebut beberapa hari yang lalu dan kami akan terus mensupport Rumah Sakit dan Puskesmas tekait kebutuhan APD.

"Dari 7 (tujuh) Point yang menjadi catatan kritis kami kepada Pemerintah Kota Dalam hal ini Gugus Tugas Covid 19 yang di pimpin oleh Ibu Airin Rachmi Diani dan Benyamin Davnie Gagal mengembang amanat dalam melaksanakan PSBB, kami berpendapat Tangerang Selatan hanya ikut ikutan saja dalam pelaksanaan PSBB tanpa persiapan dan strategi yang jelas PSBB hanya sebuah slogan saja," tandas Claudia.

Sisa waktu satu minggu ini Claudia berharap Gugus Tugas Covid19 Kota Tangsel harus segera mengevaluasi diri dan secepatnya mengambil tindakan taktis dan tegas. "Agar Masyarakat benar benar terlindungi dari penyebaran Covid19 dan wabah ini segera berakhir," pungkasnya.(sayyid)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda