sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Info Pasar

Pernak Pernik

Seni Budaya dan Hiburan

» » Sidang Kedua Kasus Dugaan Korupsi Ketua DPRD Tulungagung Masa Jabatan 2014-2019


Tulungagung, Laras Post - Di tengah pandemi covid-19 sidang kedua kasus dugaan korupsi Ketua DPRD Tulungagung masa jabatan 2014-2019 Supriyono digelar melalui teleconference, Selasa (14/04/20).

Sidang secara online ini, menghadirkan saksi-saksi antara lain, Hendrik Setiawan (Kepala BKAD), Jamani (Kasubag Perencanaan BPKAD), Sukarji (Kabid Bina Marga dinas PUPR), Sahri Mulyo (mantan Bupati Tulungagung), Sutrisno (mantan Kepala Dinas PUPR). 

Saksi Hendrik, Jamani, Sukarji melakukan teleconference di PN Tulungagung, sementara saksi Sahri Mulyo, Sutrisno, dan Majelis Hakim di Gedung Pengadilan Tipikor Surabaya, sedangkan terdakwa Supriyono di Lapas Polda Jatim. 

Majelis Hakim dalam sidang kali ini adalah Eva Yustisiana (Hakim Ketua), Moh. Helmi M. Syarif (Hakim anggota), Joko Hermawan (Hakim Anggota) dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mufti Nur Irawan. 


Menurut keterangan saksi Hendrik setiawan, pada tahun 2014 dia memberikan uang sebesar 500 juta, tahun 2015 sebesar 1 milyar, tahun 2016 sebesar 1 milyar, tahun 2017 sebesar 1 milyar, dan tahun 2018 sebesar 500 juta. Uang tersebut digunakan untuk memperlancar pembahasan APBD, APBD Perubahan, dan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) APBD. 

Pemberian sejumlah uang itu, dilakukan secara bertahap 3 kali dalam 1 tahun (tidak langsung lunas). Tempat pemberian sejumlah uang itu juga berpindah-pindah, tapi sering dilakukan di kantor BPKAD. Tahun 2016 diberikan di Pendopo, Tahun 2017 diberikan di Kantor BKAD dan diterima sendiri oleh terdakwa Supriyono, Tahun 2018 diberikan di BKAD melalui Sekretaris Dewan. 

Masih Hendrik, pada waktu di kantor BKAD, pemberian uang ke terdakwa Supriyono dilakukan oleh Jamani, terdakwa berkunjung ke kantor BKAD kemudian Hendrik memerintah Jamani untuk menyiapkan uang itu, ketika terdakwa keluar dari kantor BKAD Jamani mengikuti terdakwa dan masuk ke mobilnya, setelah sampai di pintu keluar kantor Pemkab, Jamani keluar dari mobil terdakwa dan kembali masuk kantor lagi.

Hendrik juga menerangkan bahwa ada uang lain selain uang ketok palu yaitu uang sejumlah 190 juta yang diberikan kepada Banggar DPRD lewat Imam Kambali dengan rincian Ketua terima 25 juta, 3 wakil ketua masing-masing terima 20 juta, dan 21 anggota masing-masing terima 5 juta. 

Ketika ditanya oleh majelis hakim apakah pernah melakukan pertemuan di Hotel Savana Malang?. Hendrik menjawab pernah. Hendrik menjelaskan bahwa pertemuan di Hotel Savana itu adalah pembahasan APBD, pertemuan antara TAPD (Tim Anggaran Pemerintab Daerah) dengan Banggar (Badan Anggaran) DPRD. Lokasi pertemuan itu juga permintaan dari DPRD melalui Ketua Dewan yaitu terdakwa Supriyono. 

Sementara itu Saksi Jamani ketika ditanya majelis hakim membenarkan semua keterangan Hendrik. Jamani menyiapkan sejumlah uang itu atas perintah dari Kepala yaitu hendrik. Jamani menerangkan bahwa ia memberi sejumlah uang itu setahun sebanyak 3 kali, diberikan pada bulan Maret/April, Agustus/sebelum Hari Raya, dan diakhir tahun. Jamani mendapat sejumlah uang itu dari Dinas PUPR melalui Sukarji. 

Giliran saksi Sukarji dipersidangan menerangkan bahwa ia mendapat sejumlah uang itu dari fee proyek yang akan dikerjakan. Fee sebesar 10% yang diambil dari setiap kontraktor untuk setiap proyek yang bersumber dari APBD. Sukarji mengaku bahwa ia menyiapkan uang itu atas perintah Kepala Dinas PUPR Sutrisno. Uang diserahkan ke BKAD antara 2 sampai 3 kali dalam setahun, biasanya diserahkan pada bulan Februari/Maret, sebelum Hari Raya Idul Fitri, dan diakhir tahun. 

Selain itu, Sukarji menerangkan Tahun 2016 memberikan uang sebesar 125 juta kepada terdakwa Supriyono, dan uang tersebut diantarkan langsung ke rumah terdakwa. 

Diakhir persidangan ketika terdakwa ditanya majelis hakim terkait keterangan saksi, terdakwa Supriyono membatah semua keterangan saksi, bahwa keterangan semua saksi tidak benar. (mo)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda