sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Info Pasar

Pernak Pernik

Selebrity

Seni Budaya dan Hiburan

Feature

» » Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19, Kejari Tulungagung Terapkan Sidang Online


Tulungagung, Laras Post - Dalam upaya menjaga jarak di tengah pandemi virus corona (covid-19) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulungagung menerapkan sidang secara online (daring) video conference.

Sidang melalui video conference akan dilakukan hingga situasi kembali kondusif. Hal ini merupakan upaya pencegahan penularan covid-19 yang kian hari terus bertambah.

"Untuk sidang pidana umum sudah dilaksanakan, aplikasi video conference menggunakan aplikasi zoom," Kata Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Sutan Takdir. 


Selama proses persidangan, para hakim, jaksa penuntut umum (JPU), terdakwa dan penasehat hukum berada di tiga tempat berbeda. 

"Jadi sidang pidana umum dan pidana khusus online JPU tetap dikantor sidangnya dan juga saksi, sedangkan hakim dan PP di ruang sidang Pengadilan dan terdakwa dan Penasehat Hukum tetap di lapas," jelas Sutan melalui komunikasi seluler, Selasa (31/03/20).

Lanjut Sutan, Karena situasi dan kondisi saat ini terkait covid 19 tidak memungkinkan sidang Tipikor ke Surabaya maka Kejaksaan Negeri Tulungagung, JPU akan sidang Tipikor online di kantor PN Tulungagung. Sedangkan Hakim dan Panitera tetap di ruang Pengadilan Tipikor dan terdakwa tetap di Lapas Tulungagung.

Selain itu, Pria ramah ini juga menunjukan beberapa rekaman video saat sidang pidana umum berlangsung. 

Mengenai jadwal sidang tipikor perdana secara online kapan digelar, Sutan menjawab hari kamis besuk. 

"Hari kamis besok ada jadwal sidang terkait bansos sapi," tutupnya. 

Dikutip dari laman www.cnnindonesia.com Kejaksaan Agung mencatat setidaknya 14 Kejaksaan Tinggi telah melaksanakan persidangan secara daring atau online untuk menekan penyebaran virus corona (Covid-19). Persidangan online dilakukan berdasarkan surat edaran Menkumham Yasonna Laoly.

Selain akibat corona, persidangan online dilakukan karena pengadilan sudah tidak bisa lagi memperpanjang masa tahanan para terdakwa. Hal itu tertuang dalam surat edaran Ketua Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2020.

"Apalagi kemudian adanya surat Menteri Hukum dan HAM tanggal 24 Maret yang melarang pengiriman dan pengeluaran tahanan dari Rutan membuat Jaksa tidak ada pilihan. Harus menuntaskan perkara dengan sidang online," kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Sunarta melalui keterangan resmi, Jumat (27/3). (mo)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda