sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Info Pasar

Pernak Pernik

Seni Budaya dan Hiburan

» » Kebakaran Tambal Ban di Padalarang Terjadi Karena Kelalaian

Tragis, Satu Orang Meninggal
Kebakaran yang terjadi akibat kelalaian masyarakat yang menjual bensin secara tak prosedural (ilegal).

Bandung Barat, Laras Post – Satu orang korban kebakaran 3 kios di Jalan Raya Stasiun Padalarang dinyatakan meninggal di RS Cahya Kawaluyaan Kota Baru Parahyangan, Padalarang. Korban bernama Parlindungan Gultom (50) warga Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. 

Dalam video yang sempat beredar, korban yang sudah diselimuti api besar itu sempat keluar  dari kios tambal dan berguling ke jalan raya seraya teriak minta tolong. Tapi kebakaran hebat itu, membuat kehidupan Gultom yang berprofesi sebagai sopir itu harus berakhir. 

Kapolsek Padalarang, Kompol Supriati mengatakan, kejadian kebakaran melanda tiga kios yang berada di Jalan Raya Stasiun Padalarang, RT 2/7, Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rabu (13/5/2020) malam. 

Kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 18.00 WIB itu mengakibatkan kios tambal ban yang merangkap dengan penjual bensin, kios warung kopi dan kios warung jus hangus dilalap si jago merah.

Kebakaran berawal saat saksi bernama Poso sedang memindahkan bensin Pertalite dari jeriken ke botol plastik yang lokasi di samping kios tambal ban. 

"Saat itu saksi bernama Abang sedang menambal ban motor, diduga api berasal dari percikan pemanas tambal yang menggunakan media spirtus. Api menyambar bensin yang dipegang saksi Poso" ujar Supriati dalam keterangan tertulisnya.

Korban semasa hdiup.
Api pun semakin membesar dan merambat ke warung kopi serta kios jus yang mana saat api membesar di dalam kios tambal ban ada korban bernama Gultom yang sedang tidur pulas. "Ketika api membesar saksi Poso menyelamatkan diri, sedangkan korban masih berada di dalam kios tambal ban sehingga korban Gultom mengalami luka bakar," ucapnya. 

Gerak Damkar KBB Relatif Lamban
Kejadian kebakaran terjadi sekitar pukul 18.00 WIB bertepatan dengan bulan puasa. Diketahui, lokasi kebakaran relatif sangat dekat dengan markas Damkar KBB Komplek Kota Baru Parhayangan. 

Menurut Komandan Regu I Pemadam Kebakaran Kabupaten Bandung Barat, Agus Wara, kepada media, mengatakan pihaknya baru menerima laporan kebakaran sekitar pukul 19.00 WIB.

"Dapat laporan dari warga, tapi saat ditanya kondisinya bagaimana teleponnya mati. Kami tunggu dulu sebentar sebelum meluncur, karena khawatir informasinya negatif," katanya kepada media.

Setelah memastikan lokasi dan kondisi, ia dan anggota regu meluncur ke lokasi kebakaran Diketahui, Regu Damkar KBB tiba sekitar pukul 19.10 WIB, dengan mengirmkan 2 unit Tim Pancar untuk melakukan tindakan pemadaman, pendinginan, dan pendataan di lokasi.

Ke-3 Kios di Areal Milik PT KAI? 
Sumber mengatakan, ketiga kios yang terbakar itu berada di atas lahan milik PT Kereta Api Indonesia. Ketiga kios itu tidak jauh dari gerbang masuk Kantor Stasiun Padalarang dan pertigaan jalan Gedong Lima Jalan Raya Stasiun. “Musibah kebakaran idealnya dieliminir, apalagi stasiun Padalarang sebagai public service dan merupakan salah satu heritage, “kata sumber, Kamis (14/5/2020). 

Bangunan stasiun bergaya hindies dan menggunakan kayu jati sebagai bahan utamanya. Stasiun yang terletak pada ketinggian +695 m ini termasuk dalam Daerah Operasi II dan merupakan stasiun terbesar di Kabupaten Bandung Barat. 

Stasiun ini memiliki lima jalur kereta api dengan jalur 2 dan 3 sebagai sepur lurus serta jalur 5 yang memiliki fasilitas bongkar muat batu ballast/kricak. Di seberang stasiun ini sedang dilaksanakan proyek pembangunan jalur kereta kecepatan tinggi rute Jakarta–Bandung yang diprakarsai PT Kereta Cepat Indonesia – China (KCIC). (desmanjon)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda