Breaking News

,

Masuk Wilayah Jakarta Harus Miliki SIKM

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan
Jakarta, Laras Post – Dalam pengamanan arus balik Lebaran 2020, Polri akan memutarbalikkan setiap orang yang tidak dapat menunjukkan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) Jakarta.

“Yang akan masuk atau keluar Jakarta harus memiliki Surat Izin Keluar Masuk DKI Jakarta sebagaimana diatur dalam Pergub DKI Nomor 47 Tahun 2020,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan, Rabu (27/5/2020), di Jakarta.

Kombes Ahmad Ramadhan menegaskan, satu SKIM hanya berlaku untuk satu orang saja. “Jika ditemukan di lapangan dalam satu mobil hanya satu orang yang membawa SIKM, maka hanya orang tersebut yang dipersilahkan untuk memasuki wilayah Jakarta. Selebihnya, akan diputarbalikan ke daerah masing-masing,” tegasnya.

Ia menjelaskan, untuk mengimplementasikan Pergub DKI Jakarta Nomor 47 Tahun 2020, Kapolri telah memperpanjang masa operasi ketupat hingga 7 Juni 2020. 

“Kapolri memperpanjang Operasi Ketupat hingga 7 Juni 2020. Polisi dibantu TNI, petugas Dishub dan aparat telah menyiagakan pos pemeriksaan berlapis untuk memeriksa mereka yang hendak masuk atau keluar Jakarta,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kombes Ahmad mengatakan, bila ada masyarakat yang bersikeras memasuki wilayah DKI jakarta tanpa bisa menunjukan SIKM, maka harus melakukan karantina selama 14 hari di lokasi yang sudah ditentukan oleh tim Gugus Tugas Percepatan Penangangan Covid-19 DKI Jakarta. 

“Jika ada yang tetap memaksa masuk Jakarta tanpa SIKM mereka harus menjalani karantina selama 14 hari,” tandasnya. (her)

Tidak ada komentar

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai