sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Info Pasar

Pernak Pernik

Seni Budaya dan Hiburan

» » PWI Jaya Peduli Kembali Bagikan Sembako dan Masker kepada Wartawan

Ketua PWI Jaya Sayid Iskandarsyah, ketua PWI Jaya Peduli Nonnie Rering beserta para pengurus, di Sekretariat PWI Jaya, Prasada Sasana Karya lantai 9, Jalan Suryopranoto Nomor 8 Jakarta Pusat, Senin (11/05).
Jakarta, Laras Post - Masih dalam suasana Ramadan 1441 Hijriah, PWI Jaya Peduli kembali membagikan masker sekaligus paket kebutuhan pokok kepada wartawan dan pengurus. 

Kali ini sumbangan masker diterima PWI Jaya Peduli dari Perkumpulan Catur Wangsa Indonesia dan designer Nina Nugroho. Sementara paket sembako dari Elatravel. 

"Jadi saat pembagian sembako dan masker sore ini, kita juga menyiapkan buka bersama. Tentunya dalam kegiataan ini kita tetap menerapkan physical distancing, sesuai anjuran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," ujar Ketua PWI Jaya Peduli, Nonnie Rering di Sekretariat PWI Jaya, Prasada Sasana Karya lantai 9, Jalan Suryopranoto Nomor 8 Jakarta Pusat, Senin (11/5/2020).


Dalam kesempatan tersebut hadir Ketua PWI Jaya Sayid Iskandarsyah, Sekertaris PWI Jaya Kesit B Handoyo, Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan TB Adhi, Bendahara Kadir, Wakil Bendahara Cak Herry, serta jajaran pengurus lainnya.

Tampak pula Ketua Bidang Unit Kompetensi Wartawan PWI Pusat Kamsul Hasan, Ketua PWI Pusat Peduli M. Nasir, Ketua Dewan Penasehat PWI Jaya Diapari Sibatangkayu, dan Kapten Zulhamsyah Siregar dari Pendam Jaya. 

Sayid Iskandarsyah menyambut positif kegiatan yang dilaksanakan PWI Jaya Peduli ini.


"Saya sampaikan ucapan terima kasih kepada Elatravel, Perkumpulan Catur Wangsa Indonesia dan designer Nina yang telah memberikan donasi untuk disampaikan kepada teman-teman di PWI Jaya juga sumbangan hidangan buka puasa dari Cak Herry, Mitrapol Pak Dadang," ungkap Sayid mengawali sambutannya. 

Sementara, Diapari dalam kultumnya jelang azan Magrib, mengingatkan bahwa setiap kelahiran ada ujungnya yang dituju.

"Bukan lahirnya, tapi di ujungnya kelahiran. Kita hidup ada ujungnya tujuan. Hidup ini tempat kita sementara. Ujungnya kematian. Ke mana kita mati? tempat kita kembali hanya kepada-Nya," tuturnya.

 
Diapari juga menyebutkan tentang dua hal yang disayangi dan dibenci Allah Subhanahu wata'ala. 

"Sang Khalik sangat benci yang mengatakan apa yang tidak dia perbuat, itulah ciri-ciri orang yang munafik, " jelasnya.

Sebaliknya, lanjut Diapari, Allah menyenangi orang-orang yang berkumpul seperti bangunan kokoh dalam memperjuangkan kebenaran dan kesabaran. 

"Jadi di dunia berkumpul bersama, saling bantu membantu, tolong menolong, dan ingat mengingatkan. Kita mati pun harus bersama-sama untuk menuju tempat yang diidamkan setiap manusia, yaitu di surga," tutupnya. (Tim)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda