Breaking News

,

Tak Miliki SIKM, 6.364 Kendaraan Diputar-balikkan

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo (Foto: Humas BNPB)
Jakarta, Laras Post – Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta telah memutar-balikan kendaraan yang hendak masuk ke wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) sebanyak 6.364 kendaraan hingga Rabu (27/5/2020) malam.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, kendaraan yang diputarbalik di 11 titik pengecekan itu, karena tidak mengantongi Surat Izin Keluar-Masuk (SIKM).

"Posisi data kami, sampai dengan semalam, total yang sudah diputarbalikkan di wilayah Jabodetabek yang mencoba masuk itu 6.364 tindakan," ungkap Syafrin dalam diskusi virtual, Kamis (28/5/2020).

Syafrin menegaskan, pengecekan dilakukan untuk menegakkan aturan SIKM sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 47 Tahun 2020, juga dilakukan di beberapa pintu masuk DKI Jakarta melalui moda transportasi umum baik pesawat, kereta api maupun bus.

“Pengecekan tidak hanya di ruas jalan, tapi juga di Terminal Pulo Gebang, Stasiun Gambir dan Bandara (Soekarno-Hatta) di Cengkareng,” terangnya.

Syafrin menegaskan, SIKM menjadi syarat mutlak yang harus dimiliki oleh warga agar dapat keluar masuk ke wilayah Jakarta. “Kebijakan ini dilakukan semata-mata untuk mencegah penyebaran virus corona jenis baru penyebab COVID-19 di DKI Jakarta,” ujarnya.

Menurutnya, kasus COVID-19 di Jakarta cenderung turun, sehingga harus terus dijaga dalam jangka dua minggu setelah perpanjangan PSBB tahap tiga ini.

“Kita harapkan ini bisa kita terus tekan. Sehingga kita semuanya, warga yang memiliki kesadaran kolektif di Jakarta itu akan keluar dari masa PSBB dan kita menuju kepada masa transisi yang kita harapkan lebih baik ke depan,” jelas Syafrin.

Lebih lanjut, Syafrin mengimbau masyarakat yang berada di kampung halaman masing-masing, untuk sementara agar tidak ke Jabodetabek yang menjadi episentrum COVID-19.

“Bagi warga Jabodetabek yang sudah terlanjur di luar Jabodetabek, silakan anda di sana dulu, bangun kampung, jangan mudik dulu, atau kalau ingin balik maka bawa SIKM,” tandasnya. (her, sg)

Tidak ada komentar

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai