sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Info Pasar

Pernak Pernik

Seni Budaya dan Hiburan

» » Batal Haji 2020, Jemaah Lunas Bipih Berangkat Tahun Depan

Ka'bah di lihat dari lantai atas Pullman Zam Zam Makkah. (Foto: Ilustrasi)
Jakarta, Laras Post – Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Muhajirin Janis mengatakan, calon jemaah haji berhak lunas pada musim haji 1441H/2020M akan diberangkatkan tahun depan. 

"Yang dimaksud otomatis pasti berangkat adalah jemaah haji yang berhak lunas tahun ini dan berangkat tahun ini, lalu sudah melunasi, maka tahun depan otomatis dia yang berangkat. Jadi kuotanya tidak akan hilang," ujar Muhajirin, di Jakarta, Sabtu (6/6/2020). 

Pembatalan keberangkatan haji di tahun ini, otomatis memundurkan masa antrian jemaah haji dalam Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat). "Jadi yang harusnya berangkat 2021, mundur menjadi 2022, dan seterusnya," jelasnya.

Ia menegaskan, jemaah berhak lunas akan tetap memiliki nomor porsi untuk diberangkatkan tahun depan sepanjang hanya menarik setoran pelunasan. 

Disebutkan, bahwa calon jemaah haji telah membayarkan setoran awal dan setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih). 

Dengan adanya pembatalan keberangkatan jemaah haji ini, Pemerintah kemudian memberikan dua opsi. Pertama, jemaaah tidak menarik kembali biaya yang telah disetorkan. Kedua, jemaah haji dapat menarik setoran pelunasan Bipih 1441H/2020M. 

Muhajirin mengingatkan, bagi calon jemaah yang menarik setoran pelunasan, maka tahun depan mereka harus kembali melunasi Bipih yang ditetapkan, karena kalau tidak melunasi, dianggap membatalkan keberangkatan hajinya di tahun depan. 

"Jika jemaah menarik seluruh setoran hajinya (setoran awal dan pelunasan), maka otomatis yang bersangkutan membatalkan porsi hajinya," tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Sadzily mengatakan, calon jemaah haji dapat meminta pengembalian setoran pelunasan, tentu dengan cara yang mudah dan tidak berbelit.

"Atau jika tidak menarik setoran pengembalian maka uang setoran tersebut akan dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji, dan jemaah berhak memperoleh nilai manfaat dari hasil pengelolaan uang yang disimpan dalam virtual account," ungkap Ace, dalam rapat kerja antara DPR dan Kemenag pada Senin (11/5/2020) lalu.

Ace mengingatkan, jika ada sesuatu hal tidak diinginkan terjadi kepada jemaah haji sebelum pemberangkatan musim haji 2021, seperti sakit permanen atau meninggal dunia, maka nomor porsi yang dimiliki bisa dialihkan kepada anggota keluarga yang ditunjuk. 

"Misalkan calon jemaah sakit permanen yang dibuktikan surat keterangan dokter atau meninggal dunia, maka nomor porsi dapat dialihkan kepada anggota keluarga yang telah disetujui oleh jemaah atau ahli waris," tutur Ace. 

Selanjutnya, Muhajirin Janis menyampaikan sosialisasi kebijakan tersebut akan dilakukan oleh jajaran Kemenag dari pusat hingga daerah. "Kami memiliki struktur dari pusat hingga kecamatan. Dari Kemenag Pusat, Kanwil, Kankemenag hingga KUA," ujar Muhajirin. 

"Kami juga punya penyuluh agama dan mitra kelompok bimbingan ibadah haji dan umrah yang kita harapkan dapat membantu pemerintah untuk menjelaskan kebijakan tersebut kepada masyarakat," sambung Muhajirin.  (sg)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda