sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Info Pasar

Pernak Pernik

Seni Budaya dan Hiburan

» » Doni Resmikan Fasilitas Isolasi dan Observasi Lamongan


Doni Monardo
Jakarta, Laras Post – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penangangan COVID-19 atau Gugus Tugas Nasional Doni Monardo meresmikan secara virtual fasilitas isolasi dan observasi terhadap penyakit infeksi, termasuk virus Corona,  di Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur Kamis (18/6/2020). 

Doni berharap Pemerintah Kabupaten Lamongan dapat mengelola fasilitas tersebut dengan sebaik-baiknya.

Ia juga mengimbau masyarakat Lamongan agar senantiasa menerapkan pola hidup yang sehat dan taat terhadap protokol kesehatan. “Pakai masker, jaga jarak, cuci tangan selalu menjaga keseimbangan, olah raga yang teratur, istirahat yang cukup, tidak boleh panik, serta mengkonsumsi makanan yang bergizi dan sehat. Lima poin tadi, saya sebut dengan 4 sehat 5 sempurna,” ujarnya.

Lebih lanjut, Doni menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada para tenaga medis yang membantu penanganan COVID-19 di daerah. 

“Kami yakin bahwa profesionalisme kerja tenaga medis sangat membantu masyarakat lamongan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal,” lanjut Doni.

Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) ini juga menyampaikan, apresiasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang mampu menyelesaikan fasilitas isolasi dan observasi terhadap penyakit infeksi itu, dalam kurun waktu 5 minggu. 

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) John Wempi Wetipo mengatakan, fasilitas ini akan mempercepat penanganan dan penyembuhan virus corona untuk warga di Kabupaten Lamongan. 

"Pembangunan fasilitas isolasi dan observasi Lamongan memiliki nilai strategis, dan diharapkan akan memberi manfaat yang besar terhadap penanganan penyebaran COVID-19  di Kabupaten Lamongan," ujar John.

Fasilitas isolasi dan observasi seluas 6.180 m² yang berada dekat RSUD Dr. Soegiri, Kabupaten Lamongan ini, memiliki beberapa bangunan, seperti bangunan screening, karantina, isolasi, satelit operasional, satelit bersih, tempat pembuangan sampah maupun fasilitas utilitas. Sedangkan bangunan pasien, fasilitas memiliki daya tampung 75 tempat tidur karantina, 7 tempat tidur ruang isolasi dan beberapa bangunan pelengkap lain. 

Pembangunan fasilitas isolasi dan observasi untuk menjawab kebutuhan penanganan pasien COVID-19 di wilayah Lamongan. Pada April 2020, Kabupaten Lamongan menjadi terbesar kedua dengan jumlah pasien positif terbesar di Provinsi Jawa Timur. Di sisi lain, Kabupaten Lamongan belum memiliki rumah sakit standar untuk penanganan COVID-19. (her, sg)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda