Breaking News

,

Kasus Positif COVID-19 Tambah 847, Total jadi 32.033 Orang

Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto 
Jakarta, Laras Post – Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto mengungkapkan, ada penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19, per hari ini Senin (8/6/2020) sebanyak 847 orang sehingga totalnya menjadi 32.033 orang.

"Konfirmasi kasus COVID-19 positif ditemukan 847 roang, sehingga totalnya menjadi 32.033 orang," ujarnya saat konferensi pers, di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Senin (8/6/2020).

Untuk pasien sembuh, lanjut Yurianto, juga ada penambahan sebanyak 406 orang, sehigga pasien sembuh menjadi 10.904. Selanjutnya kasus meninggal bertambah 32 orang total menjadi 1.883 orang.

Kemudian jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masih dipantau ada sebanyak 38.791 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih diawasi ada 14.010 orang. 

“Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 422 kabupaten dan kota di Tanah Air,” tandas Yurianto.

Yurianto menyebutkan, berdasarkan data yang diterima Gugus Tugas dari 34 Provinsi di Tanah Air, Provinsi DKI Jakarta menjadi wilayah penambahan kasus sembuh tertinggi yakni 3.206 disusul Jawa Timur sebanyak 1.499 Jawa Barat 952, Sulawesi Selatan 673, Jawa Tengah 428 dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 10.904 orang.

Ia menjelaskan, kriteria pasien sembuh yang diakumulasikan tersebut adalah berdasarkan hasil uji laboratorium selama dua kali dan ketika pasien tidak ada lagi keluhan klinis.

Selain tertinggi dalam jumlah pasien sembuh, Provinsi DKI Jakarta juga tertinggi penambahan kasus positif. Ada pun provinsi lima besar dengan kasus positif terbanyak secara kumulatif itu, DKI Jakarta 8.121 orang, Jawa Timur 6.313 orang, Jawa Barat 2.424 orang Sulawesi Selatan 2.014 orang, Jawa Tengah 1.642 orang, dan wilayah lain sehingga totalnya 32.033 orang.

Selanjutnya Yurianto merinci akumulasi data positif COVID-19 lainnya di Indonesia yaitu, Provinsi Aceh 20 kasus, Bali 594 kasus, Banten 1.047 kasus, Bangka Belitung 102 kasus, Bengkulu 92 kasus, Yogyakarta 247 kasus, Jambi 103 kasus, Kalimantan Barat 210 kasus, Kalimantan Timur 338 kasus, Kalimantan Tengah 504 kasus, Kalimantan Selatan 1.347 kasus, dan Kalimantan Utara 169 kasus.

Kemudian Kepulauan Riau 228 kasus, Nusa Tenggara Barat 822 kasus, Sumatera Selatan 1.158 kasus, Sumatera Barat 626 kasus, Sulawesi Utara 510 kasus, Sumatera Utara 607 kasus, Sulawesi Tenggara 259 kasus, Sulawesi Tengah 159 kasus, Lampung 145 kasus, Riau 118 kasus, Maluku Utara 186 kasus, Maluku 307 kasus, Papua Barat 179 kasus, Papua 1.090 kasus, Sulawesi Barat 94 kasus, Nusa Tenggara Timur 103 kasus, Gorontalo 134 kasus dan dalam proses verifikasi lapangan 21 kasus. (her, sg)

Tidak ada komentar

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai