Breaking News

,

Menag Minta Usulan SKB Protokol Kesehatan di Lembaga Pendidikan dan Pesantren Dikaji secara Matang

Menag saat memimpin rapat pembahasan usulan SKB tentang penerapan kesehatan untuk pendidikan dan pondok pesantren
Jakarta, Laras Post – Menteri Agama Fachrul Razi minta usulan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang penerapan kesehatan untuk pendidikan dan pondok pesantren dikaji secara matang.

“Saya minta usulan yang disampaikan dikaji secara matang dan tuntas sebelum diputuskan,” kata Menag saat memimpin rapat pembahasan bersama pejabat eselon I dan II, di Kantor Kementerian Agama, Kamis (11/6/2020). 

Sebelumnya, kata Menag, beberapa usulan telah ia sampaikan pada rapat tingkat Menteri. "Diharapkan Surat Keputusan Bersama ini bisa memberikan keamanan untuk peserta didik terbebas dari Covid 19," tegasnya.

Sementara, Pelaksana Tugas Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin menyampaikan, laporan hasil rapat dengan Jajaran Kementerian Pendidikan dan Kementerian Kesehatan.

“Rapat dengan Kemendikbud dan Kemenkes menyepakati bahwa untuk Madrasah dan Pendidikan Tinggi Keagamaan kebijakannya mengikuti pendidikan umum,” kata Kamaruddin. 

Namun, lanjut Kamarudin, berbeda untuk Pondok Pesantren yang sistemnya complicated, tidak bisa disamakan dengan pendidikan umum. “Dan dari aturan keputusan itu belum terakomodir,” ujarnya.

Untuk itu, diusulkan agar aturan terkait penerapan protokol kesehatan di pondok pesantren masuk dalam SKB. "Kemendikbud mengusulkan agar digabungkan saja agar Keputusan Bersama menjadi kuat. Dan mereka menyetujui aturannya Kemenag yang buat,” papar Kamaruddin. 

Adapun usulan poin-poin SKB rencananya akan diajukan dalam rapat tingkat Menteri yang dilaksanakan, pada Jumat, 12 Juni 2020 ini. “Harapannya pekan depan SKB ini sudah bisa disampaikan ke masyarakat,” pungkas Menag. (sg)

Tidak ada komentar

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai