sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Info Pasar

Pernak Pernik

Seni Budaya dan Hiburan

» » Oegroseno: Saya Masih Ketum PP PTMSI!

Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PP PTMSI) Oegroseno bersama pemimpin redaksi Laras Post, C. Herry SL.
Jakarta, Laras Post - Ketua Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PP PTMSI) Oegroseno menyatakan, kepengurusan di bawah kepemimpinannya masih eksis, dan siap untuk mengikuti berbagai event mancanegara, sesuai dengan kalender kegiatan tenis meja internasional.

"Saya masih menjadi ketua umum dari PP PTMSI. Kepengurusan saya yang diakui oleh Komite Olimpiade Indonesia (KOI)," ujarnya, di Jakarta Selasa (2/6/2020).

Kendati demikian, Oegroseno menyebutkan, kini ada tiga kepengurusan organisasi tenis meja, yakni PP PTMSI yang dipimpinnya, PB PTMSI yang diketuai oleh Peter Layardi, dan PB PTMSI pimpinan Lukman Eddy.

Mantan Wakapolri yang kini juga menjadi anggota Tim KPK Provinsi DKI Jakarta itu, menyoroti kisruh tenis meja nasional.

Ia meminta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali harus berani membubarkan kepengurusan tenis meja yang bertentangan dengan aturan.

"Tidak ada jalan lain. Pak Zainudin Amali mesti berani membubarkan organisasi tenis meja pimpinan Peter Layardi dan Lukman Edy. Itu demi menyelamatkan tenis meja Indonesia," tegasnya.

Sebelumnya, Indonesia mendapat pukulan pahit dalam prestasi dan dapat mempengaruhi citra yang kurang baik, dengan tidak ambil bagian pada cabang olahraga tenis meja di ajang SEA Games 2019 di Filipina.

Hal ini karena belum kunjung terselesaikannya kisruh kepengurusan tenis meja di Tanah Air yang melibatkan tiga wadah Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) tersebut.

Selain dari segi prestasi, citra Indonesia juga terpukul. Masyarakat tenis meja internasional, terutama di kawasan Asia Tenggara, mengetahui tentang perpecahan pada cabang olahraga ini di Indonesia. Masalah yang tidak terselesaikan hampir lebih dari 10 tahun.

"Kalau dari sisi hukum sudah jelas PP PTMSI yang saya pimpinlah yang sah sebagai satu-satunya organisasi tenis meja Indonesia. Tapi saya tidak mempermasalahkannya karena saya ingin kemelut tenis meja berakhir dan atlet tenis meja Indonesia bisa berkembang. Saat ini, mereka kebingungan kemana mau berpijak. Semua masing-masing mengklaim yang paling sah. Baik PB PTMSI pimpinan Lukman Edy dan PB PTMSI pimpinan Pieter Layardi yang menggantikan Datok Sri Taher," tutur Oegroseno.

Apa yang diungkapkan Oegroseno cukup beralasan. Pasalnya, Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI) memenangkan gugatan yang dilayangkan PB PTMSI tentang pelaksanaan Munaslub PB PTMSI yang diadakan KONI Pusat dengan Ketua Umum PB PTMSI Datok Sri Taher. Bahkan, hasil gugatannya pun telah diperkuat oleh Keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Oegroseno juga meminta KONI Pusat pimpinan Marciano Norman tidak mengulang kesalahan yang dilakukan Tono Suratman saat memimpin KONI Pusat.

"Sudah cukuplah kesalahan KONI Pusat terdahulu dan jangan terulang kembali. Kini, Pak Marciano harusnya konsentrasi mengembalikan citra KONI dengan lebih mengutamakan kepentingan atlet," tegasnya. (tim)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda